Permasalahan pengelolaan sampah di Indonesia masih kompleks, terutama di tingkat komunitas. Desa Sukamulya RW 03, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur menghadapi persoalan bank sampah yang belum optimal, tingginya populasi hama, keterbatasan budidaya maggot, serta lemahnya sistem pencatatan di Sentra Cipta Mandiri (SCM). Program Bhumi Mandala hadir sebagai upaya pengabdian masyarakat yang dilaksanakan selama Agustus 2025 dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan meliputi sosialisasi pilah sampah, workshop ecobrick, pelatihan budidaya maggot, serta edukasi lingkungan di PAUD dan TPQ. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan partisipasi warga dalam pemilahan sampah dari 30% menjadi 65%, penguatan peran kelembagaan SCM dan Bank Sampah Siliwangi, serta tumbuhnya literasi lingkungan sejak usia dini. Kendala utama adalah ketergantungan warga pada insentif, ketidakstabilan rantai pasok bahan organik, serta lemahnya dokumentasi dan perlindungan produk turunan maggot. Kesimpulannya, program Bhumi Mandala efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan berbasis komunitas, namun memerlukan penguatan kelembagaan, diversifikasi inovasi, serta dukungan multipihak agar dapat direplikasi di wilayah lain
Copyrights © 2026