Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik asesmen dalam layanan Bimbingan Konseling (BK) di SD Negeri 07 Pandeglang. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan guru BK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik asesmen yang diterapkan meliputi asesmen diagnostik berbentuk angket untuk mengidentifikasi gaya belajar, kemampuan kognitif, dan kebutuhan khusus siswa. Observasi langsung oleh guru terhadap perilaku akademik dan sosial siswa, termasuk pemantauan harian untuk kasus tertentu. Konseling kolaboratif dengan orang tua melalui kunjungan rumah atau rapat wali murid, terutama untuk menangani siswa dengan kesulitan belajar atau masalah kedisiplinan. Diskusi partisipatif dengan siswa dalam menyelesaikan konflik (misalnya perkelahian) melalui pendekatan sharing tanpa menghakimi. Temuan utama mengungkap bahwa layanan BK di sekolah ini lebih berfokus pada pendekatan informal seperti dialog dan observasi, meskipun terdapat panduan tertulis (buku catatan kasus) yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kendala utama meliputi keterbatasan waktu guru dan kurangnya pelatihan khusus BK, sehingga solusi diambil melalui pembelajaran mandiri seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM). Penelitian ini menyimpulkan pentingnya standardisasi teknik asesmen BK berbasis bukti untuk meningkatkan akuntabilitas layanan.
Copyrights © 2025