Pemanfaatan tanaman obat keluarga menjadi alternatif penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara alami dan berkelanjutan. Meski banyak tanaman seperti jeruk, manggis, rambutan, dan lidah buaya tersedia di sekitar rumah, pengetahuan masyarakat tentang penggunaannya sebagai bahan antiseptik masih terbatas. Padahal, bahan alami tersebut dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan seperti sabun herbal, yang lebih aman dibandingkan sabun berbahan kimia yang berpotensi menimbulkan dampak negatif pada kulit dan lingkungan. Program pengabdian ini memperkenalkan bioteknologi sederhana melalui pemanfaatan ekstrak tanaman obat sebagai bahan pembuatan sabun antiseptik herbal. Kegiatan difokuskan pada edukasi dan pelatihan bagi ibu-ibu dan remaja putri di Desa Tanjung Atap Barat, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, desa binaan Universitas Sriwijaya. Metode pelaksanaan meliputi observasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Program ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk mendukung pola hidup bersih dan sehat, sekaligus membuka peluang usaha berbasis produk herbal serta mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Copyrights © 2025