Latar Belakang: Penyakit chronic kidney disease (CKD) merupakan abnormalitas struktur dan fungsi ginjal dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) atau kadar glomerulus kurang dari 60 mL/menit/1,73m2 yang bersifat ireversibel. Salah satu terapi yang digunakan sebagai pengganti fungsi ginjal adalah hemodialisis. Terapi hemodialisis ini digunakan pada pasien CKD stadium akhir dan berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat hubungan lama menjalani terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien chronic kidney disease di RS M. Djamil Padang Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan wawancara kepada pasien yang menjalani terapi hemodialisis di RS. M. Djamil Padang. Hasil: Kasus CKD lebih banyak terjadi pada wanita (50,2%), dengan kelompok umur rentang 46-65 tahun, pendidikan terakhir terbanyak SMA serta 63,1% pasien tidak bekerja. Lama pasien menjalani HD terbanyak >24 bulan dan memiliki kualitas hidup cukup. Hasil uji Chi-square p=0,193 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara lama menjalani terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pada pasien chronic kidney disease di RS. M. Djamil Padang. Kata kunci: Chronic Kidney Disease, Terapi Hemodialisis,Kualitas Hidup.
Copyrights © 2025