Penelitian ini mengkaji pengaruh keseimbangan kehidupan-kerja dan kinerja kerja terhadap kepuasan hidup pada mahasiswa paruh waktu di Samarinda, Indonesia. Dengan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 166 mahasiswa menggunakan kuesioner berskala Likert yang mengukur keseimbangan kehidupan-kerja (X1), kinerja kerja (X2), dan kepuasan hidup (Y). Analisis statistik meliputi statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, serta regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa keseimbangan kehidupan-kerja (β = 0.384, p < 0.001) dan kinerja kerja (β = 0.214, p = 0.006) secara signifikan memprediksi kepuasan hidup, dengan keseimbangan kehidupan-kerja memiliki pengaruh lebih kuat. Model regresi menjelaskan 27,4% variansi kepuasan hidup (R² = 0.274). Temuan ini menegaskan peran penting keseimbangan kehidupan-kerja dalam meningkatkan kesejahteraan mahasiswa paruh waktu, terutama dalam mengelola peran ganda. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan menyoroti populasi yang jarang diteliti dalam konteks negara berkembang, memberikan wawasan untuk kebijakan pendukung institusional. Implikasinya mencakup perlunya jadwal akademik fleksibel dan layanan konseling untuk mendukung kesejahteraan mahasiswa.
Copyrights © 2025