Pergeseran lanskap kerja menuju Gig Economy, ditambah disrupsi otomatisasi dari Artificial Intelligence (AI) Generatif, menuntut kesiapan karir non-tradisional dari mahasiswa (Generasi Z). Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membangun model prediktif untuk Kesiapan Karir Gig Economy (Y) berdasarkan tiga kompetensi mutakhir: Literasi AI Generatif (X1), Kecerdasan Adaptif (AQ) (X2), dan Efikasi Diri Personal Branding Digital (X3). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatori dengan pendekatan survei cross-sectional. Sampel terdiri dari 350 mahasiswa tingkat akhir di lima universitas besar di Indonesia, dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen (X1, X2, X3) secara simultan berpengaruh signifikan (p < 0,05) dan positif terhadap Kesiapan Karir Gig Economy (Y), dengan nilai adjusted R² sebesar 0,618. Secara parsial (Uji t), Kecerdasan Adaptif (AQ) (β = 0,472) terbukti menjadi prediktor paling dominan, diikuti oleh Efikasi Diri Personal Branding Digital (β = 0,298), dan Literasi AI Generatif (β = 0,165). Temuan ini mengimplikasikan bahwa kemampuan teknis AI (X1) tidak mencukupi jika tidak disertai adaptabilitas yang tinggi (X2) dan keyakinan mengelola reputasi digital (X3). Model prediktif ini mengkonfirmasi bahwa kurikulum pendidikan tinggi harus berevolusi dari sekadar keterampilan teknis, menuju pengembangan adaptabilitas dan manajemen branding digital mahasiswa secara strategis agar sukses di Gig Economy.
Copyrights © 2025