Mutasi dan drop out merupakan fenomena yang sering terjadi di dunia pendidikan dan dapat memengaruhi kualitas pembelajaran serta keberlangsungan peserta didik di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen peserta didik yang diterapkan oleh sekolah dalam menghadapi mutasi dan risiko putus sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi pada pihak sekolah, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menerapkan beberapa strategi, antara lain pendataan dan pemantauan peserta didik secara rutin, pemberian bimbingan konseling, pembentukan program adaptasi bagi peserta didik baru, serta koordinasi dengan orang tua dan pihak terkait untuk meminimalkan angka mutasi dan drop out. Strategi-strategi ini terbukti efektif dalam menjaga kontinuitas belajar peserta didik dan meningkatkan keterlibatan sekolah dalam memfasilitasi proses pendidikan.
Copyrights © 2026