Kelompok Tani Sido Maju satu Poktan yang ada di Desa Juwiring. Pada musim kemarau, petani menggunakan pompa air berbahan bakar fosil dengan biaya penyiraman mencapai Rp 1.200.000 per musim tanam. Metode pelaksanaan memiliki tahapan (1) Sosialisasi Program, (2) Pelatihan, (3) Penerapan Teknologi, (4) Pendampingan, (5) Evaluasi, (6) Keberlanjutan Program. Hasil implementasi menunjukkan petani mampu mengoperasikan alat spray nozzle portable, pembuatan alat penyiraman spray portable,buku panduan pengoperasian alat, tingkat kepuasan terhadap pelatihan mencapai 90%, pemahaman penggunaan BBM vs energi surya meningkat, perubahan jangka pendek yaitu petani mulai menggunakan alat spray portable dalam penyiraman sedangkan perubahan jangka panjang yaitu petani lebih mandiri dalam teknologi tepat guna dan pendapatan meningkat karena biaya operasional turun. Selain manfaat ekonomi, kegiatan ini juga berdampak positif pada aspek sosial-edukatif melalui transfer pengetahuan dan keterampilan. Petani mitra dapat mengoperasikan serta merawat alat secara mandiri, menandakan tercapainya peningkatan kapasitas dan kemandirian kelompok tani dalam memanfaatkan teknologi tepat guna.
Copyrights © 2025