Konsumsi zat gizi dapat mempengaruhi IMT seseorang, seperti pada Dusun Kaliadem dan Petung yang merupakan dusun terdampak erupsi gunung Merapi pada tahun 2010. Kebijakan pasca erupsi harus merelokasi kedua dusun tersebut ke area yang lebih aman yaitu Hunian Tetap (Huntap), sehingga perlu adanya survei mengenai status gizi masyarakat serta pemetaan titik household, kaitannya dengan kelayakan syarat donor darah sukarela sebagai bagian pembentukan Desa Siaga Donor Darah. Penelitian merupakan survei observasional dengan desain cross-sectional pada 331 responden yang diambil berdasarkan tujuan estimasi proporsi. Pengumpulan data berupa wawancara, pengukuran tinggi badan, berat badan dan pengambilan titik household. Analisis data secara univariat dan persebaran household kategori IMT digambarkan menggunakan QGIS. Didapatkan hasil IMT kategori Normal mendominasi dibandingkan dengan kategori IMT Sangat kurus (3,3%), kurus (6,3%), overweight (14,8%), obesitas (22,4%), serta secara pemetaan persebaran kategori IMT yang bermasalah berdekatan karena masih dalam satu area Huntap. Disarankan agar instansi kesehatan setempat dapat melakukan edukasi mengenai konsumsi gizi berdasarkan titik household permasalahan kategori IMT, kaitannya dengan syarat kelayakan donor darah untuk pembentukan Desa Siaga Donor Darah.
Copyrights © 2025