Desa Jago-Jago di Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah, merupakan desa pesisir dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan dan petani. Selain ikan, masyarakat juga memanfaatkan tanaman Nipah, terutama pucuk dan lidinya. Namun, rendahnya prospek penjualan membuat minat masyarakat menurun. Setidaknya saat ini hanya tersisa sekitar 10 pelaku usaha yang masih bertahan. Akibatnya, banyak istri nelayan beralih menjadi buruh pengasinan ikan, berdagang, atau mencari kerang. Target mitra pelaksanaan PKM adalah PKK Desa Jago-Jago. Melalui PKK, program pemberdayaan secara berkelanjutan dalam mengolah Pucuk Nipah menjadi produk bernilai tinggi, seperti kerajinan tangan dapat tercapai dan menyeluruh. Program ini berlangsung selama 6 bulan dengan tiga metode yakni, pendidikan, pelatihan dan pendampingan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian, membuka peluang wirausaha baru, serta menjadi wadah berkelanjutan bagi masyarakat untuk belajar, berkonsultasi, dan membentuk kelompok usaha
Copyrights © 2025