Kondisi bencana dan situasi kedaruratan sering memperburuk status kesehatan penderita penyakit kronis, termasuk diabetes melitus. Stres, keterbatasan akses pelayanan kesehatan, serta terganggunya ketersediaan obat berpotensi meningkatkan kadar glukosa darah dan risiko komplikasi akut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pelayanan kesehatan darurat bagi penderita diabetes melalui integrasi Emergency Response Kit dan pemberdayaan Kader Siaga Desa di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Desember 2025, dan dihadiri oleh seluruh warga pengungsi di Desa Tandihat. Metode yang digunakan meliputi skrining kadar glukosa darah, pemberian intervensi farmakologis bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat, serta edukasi kesehatan yang menekankan pengelolaan stres dan aspek spiritual. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat 15 orang dengan kadar glukosa darah >200 mg/dl yang selanjutnya mendapatkan intervensi obat antidiabetes dan edukasi komprehensif. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi layanan darurat, pendekatan komunitas, dan intervensi psikososial–spiritual efektif dalam mendukung pengendalian glukosa darah pada penderita diabetes dalam situasi kedaruratan.
Copyrights © 2025