Pendekatan psikoanalitik dalam bimbingan dan konseling kelompok merupakan salah satu metode yang berupaya membantu individu memahami dinamika kepribadian, konflik intrapsikis, serta pengaruh pengalaman masa lalu terhadap perilaku masa kini. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi. Permasalahan konseptual muncul karena kurangnya pemahaman konselor mengenai teori psikoanalitik dan kesulitan dalam mengintegrasikan konsep id, ego, serta superego ke dalam dinamika kelompok. Dari sisi teknis, kendala seperti keterbatasan waktu, jumlah anggota yang tidak seimbang, serta kesulitan menjaga kerahasiaan sering menjadi hambatan. Selain itu, konselor menghadapi kesulitan dalam mengelola resistensi, keterbatasan keterampilan interpretasi simbol bawah sadar, serta tantangan dalam menciptakan suasana aman untuk asosiasi bebas. Di pihak anggota kelompok, muncul resistensi, rasa enggan membuka diri, perbedaan tingkat kedewasaan psikologis, hingga potensi konflik antar anggota. Permasalahan lain juga datang dari faktor lingkungan, seperti minimnya dukungan sekolah, keterbatasan fasilitas, serta ketidaksesuaian dengan norma budaya tertentu. Berbagai permasalahan ini menunjukkan perlunya peningkatan kompetensi konselor, penyesuaian strategi, serta dukungan institusi agar pendekatan psikoanalitik dalam konseling kelompok dapat diterapkan secara lebih efektif.
Copyrights © 2025