Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan bola terhadap kemampuan kerja sama anak dengan spektrum autisme. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu dengan desain One Group Pretest-Posttest Design yang melibatkan 40 siswa (26 laki-laki dan 14 perempuan) berusia 8-13 tahun di salah satu sekolah luar biasa (SLB) di Medan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kemampuan kerja sama anak autis yang mencakup indikator berbagi alat permainan, mengikuti aturan, memberi respons terhadap teman, dan menjaga interaksi positif. Kegiatan dilaksanakan selama enam minggu dengan delapan kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor kemampuan kerja sama dari 50,75 menjadi 79,10 dengan nilai t-hitung = 15,84 dan p 0,05, yang berarti peningkatan signifikan. Permainan bola berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan kerja sama anak autis. Permainan ini dapat dijadikan metode pembelajaran adaptif dan terapi sosial efektif di SLB dan lingkungan inklusif
Copyrights © 2025