Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) masih tinggi secara global dan nasional, termasuk di Indonesia. Infeksi masa nifas, terutama akibat luka perineum yang tidak sembuh optimal, merupakan salah satu penyebabnya. Penyembuhan luka sangat dipengaruhi status gizi karena berperan dalam regenerasi jaringan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan penyembuhan luka perineum.Tujuan: Mengetahui hubungan status gizi dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifasMetode: Penelitian analitik dengan desain cross sectional pada 41 ibu nifas di wilayah Kota Mataram dan Lombok Barat. Sampel dipilih dengan purposive sampling pada ibu hari ke-7 postpartum dengan luka perineum derajat I–II. Status gizi diukur menggunakan IMT, dan penyembuhan luka dinilai dengan skala REEDA. Analisis menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05).Hasil: Sebagian besar responden memiliki status gizi normal (51,2%). Penyembuhan luka terbanyak berada pada kategori kurang (48,8%). Terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan penyembuhan luka perineum (p = 0,018). Ibu dengan gizi kurang dan berlebih lebih banyak mengalami penyembuhan buruk dibandingkan ibu bergizi normal.Simpulan: Status gizi berpengaruh signifikan terhadap penyembuhan luka perineum; gizi normal mendukung pemulihan lebih optimal.Saran: Peneliti selanjutnya disarankan dapat melakukan penelitian tentang faktor-faktor lain yang memengaruhi lama penyembuhan luka perineum. Kata Kunci: Nifas, REEDA, Status Gizi ABSTRACT Background: Maternal Mortality Rate (MMR) remains high both globally and nationally, including in Indonesia. Puerperal infections, particularly those resulting from poorly healed perineal wounds, are among the contributing causes. Wound healing is strongly influenced by nutritional status because it plays a key role in tissue regeneration. This study was conducted to determine the relationship between nutritional status and perineal wound healing.Objective: To determine the relationship between nutritional status and perineal wound healing in postpartum mothers.Methods: This analytical study used a cross-sectional design involving 41 postpartum mothers in the Mataram City and West Lombok areas. Samples were selected using purposive sampling among mothers on the 7th day postpartum with first- or second-degree perineal wounds. Nutritional status was measured using BMI, and wound healing was assessed using the REEDA scale. Data were analyzed using the Chi-Square test (α = 0.05).Results: Most respondents had normal nutritional status (51.2%). Perineal wound healing was predominantly in the “poor” category (48.8%). A significant relationship was found between nutritional status and perineal wound healing (p = 0.018). Mothers with underweight or overweight status experienced poorer healing compared to those with normal nutrition status.Conclusion: Nutritional status significantly affects perineal wound healing; normal nutritional status supports more optimal recovery.Suggestion: Future studies are recommended to explore other factors influencing the duration of perineal wound healing. Keywords: Postpartum, REEDA, Nutritional Status
Copyrights © 2025