Kolam Wisata Ngipik di Desa Danguran, Kabupaten Klaten, mengalami penurunan kualitas air yang ditandai oleh meningkatnya kekeruhan, bau tidak sedap, dan perubahan warna air akibat akumulasi bahan organik dari aktivitas pengunjung dan keterbatasan sistem pengelolaan air. Kondisi ini berdampak pada kenyamanan pengunjung, kualitas lingkungan, serta keberlanjutan fungsi ekonomi kolam wisata. Sebagai upaya penyelesaian masalah, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menawarkan penerapan teknologi filtrasi berbasis biofilter dan karbon aktif yang bersifat ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah dioperasikan oleh masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi survei kondisi awal kualitas air, perancangan dan instalasi unit filtrasi, pelatihan teknis pengelolaan dan perawatan sistem, serta pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat pengelola kolam wisata. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kualitas air sebelum dan sesudah penerapan teknologi, serta penilaian peningkatan pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kualitas air kolam, yang ditandai oleh penurunan kekeruhan, stabilitas pH dalam rentang baku mutu, serta penurunan kadar besi terlarut. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat menunjukkan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan lingkungan perairan. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi filtrasi berbasis biofilter dan karbon aktif efektif diterapkan sebagai solusi berkelanjutan dalam pengelolaan kolam wisata berbasis masyarakat.
Copyrights © 2025