Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Membangun Harmoni Spiritual dan Ekologis: Perspektif Tasawuf terhadap Krisis Lingkungan di Sungai Luk Ulo: Perspektif Tasawuf terhadap Krisis Lingkungan di Sungai Luk Ulo Laksono, Gangsar Edi; Afifaturrifani; Waliko; Setyowati, Putri Ratna
Jurnal SUARGA: Studi Keberagamaan dan Keberagaman Vol. 4 No. 1 (2025): The Future of Religious Studies
Publisher : Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/suarga.v4i1.14023

Abstract

The Luk Ulo River in Central Java, Indonesia, faces severe ecological degradation due to unregulated sand mining activities, threatening its biotic, abiotic, and socio-economic functions. This study examines the environmental crisis from a spiritual-ecological lens by integrating Sufi perspectives within Islamic environmental ethics. Using a qualitative descriptive approach based on an extensive literature review, the research explores the potential of tasawuf ekologis (ecological Sufism) as a transformative framework to rebuild the spiritual connection between humans and nature. The findings reveal that current legal and technical approaches remain insufficient in addressing the root causes of ecological destruction, which are deeply tied to human disconnection from spiritual values. Core Sufi principles such as zuhud (asceticism), muraqabah (spiritual vigilance), and rahmah (compassion) offer an ethical foundation for sustainable environmental stewardship. This study recommends integrating eco-theological education, promoting community-based sustainable livelihoods, and engaging religious leaders as agents of change. The proposed approach positions ecological Sufism not only as a moral paradigm but also as a culturally resonant strategy for grassroots ecological transformation. Future empirical research is needed to assess community reception and practical implementation of this spiritual-environmental model across diverse ecological settings.
Waste Sadaqah Movement in Indonesia: Socio-Religious Analysis and Its Implications for Environmental Management Laksono, Gangsar Edi; Ningrum, Arianti Mutia; Setyowati, Putri Ratna; Wafiroh, Arini Inayatul
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The waste problem in Indonesia continues to increase along with population growth and urbanization. One of the innovative programs and a new model of community-based waste management is the waste sadaqah movement. This movement is based on the integration of religious values in waste management. This study aims to evaluate the effectiveness of the waste sadaqah movement in reducing waste and increasing environmental awareness in the community. Through a literature analysis of 24 articles that include journals, proceedings, and community or movement websites, this study found that the waste sadaqah movement succeeded in changing the public's perception of waste from worthless goods to economic and social value resources. This movement has also encouraged community behaviour to be more active in sorting and managing waste and supporting the circular economy. The funds collected from the sale of waste from sadaqah are then used for various social and humanitarian programs that provide tangible benefits to the local community. The results of this study highlight the importance of a religious values-based approach in addressing environmental issues and promoting sustainable development.
Legal Regulation of Online Food in Indonesia: Challenges for Public Health and Its Comparison with Malaysia Laot Kian, Antonius Maria; Ginting, Febriyanti Angelia; Setyowati, Putri Ratna
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48371

Abstract

This study examines the phenomenon of the rapid growth of online food services in Indonesia through platforms such as GoFood, GrabFood, and ShopeeFood. The popularity of this service is driven by the ease of ordering food, where the assessment of food preferences is often based on the reviews of other users. However, there are concerns that these reviews could be affected by bot ratings or automated systems, which can give a false positive impression. High ratings often make a food product sell better, even though it may contain health risks for consumers. The relationship between online food services and Indonesia's public health is a major concern, given the high consumption of potentially unhealthy foods. The biggest challenge is how to regulate these services in relation to public health. The absence of a law that specifically regulates online food services is a major regulatory issue. The current law only regulates the Law on Information and Electronic Transactions, which was last amended by Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2024 concerning the Second Amendment to Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions. Law of the Republic of Indonesia Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and Law of the Republic of Indonesia Number 18 of 2012 concerning Food, do not also regulate in detail. Comparison with Malaysia, consumers are protected by the Food Act 1983, which requires restaurants and online food platforms to ensure food safety standards, which is more details than Indonesian regulation.
Kolaborasi Ekonomi Hijau dan Pemberdayaan Perempuan: Peran Bank Sampah Gondangan Sejahtera dalam Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Setyowati, Putri Ratna; A. Ginting, Febriyanti; Fallo, Trisno; Anton Sudira, Anton
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi peran pemberdayaan perempuan di tengah kompleksitas permasalahan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta, muncul inisiatif berbasis ekologis seperti Bank Sampah Gondangan Sejahtera di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemberdayaan perempuan dan ekonomi hijau. Bank sampah ini tidak hanya berhasil mengurangi timbunan sampah di lingkungannya, tetapi juga mendorong nilai ekonomi dari limbah. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui bentuk kolaborasi antara ekonomi hijau dan pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah, (2) mengetahui peran perempuan dalam pengelolaan bank sampah terhadap upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, (3) dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari keberadaan Bank Sampah bagi masyarakat, dan (4) alur dan model pengelolaan lingkungan berkelanjutan hasil kolaborasi antara ekonomi hijau pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi kasus di Bank Sampah Gondangan Sejahtera. Data yang digunakan berupa data sekunder dan data primer, dimana data sekunder diperoleh dari instansi, sedangkan data primer diperoleh dari wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 48% menyatakan sangat setuju dan 51% menyatakan setuju jika bank sampah mendukung prinsip ekonomi hijau. Bentuk kolaborasi antara ekonomi hijau dan pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah Gondangan Sejahtera yaitu berupa tabungan bank sampah, pengolahan kreatif sampah, pembuatan kompos mandiri, dan penjualan hasil pengolahan sampah. Peran perempuan dalam pengelolaan bank sampah terhadap upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan yaitu sebagai tonggak utama pengelolaan lingkungan yang dimulai dari rumah. Dampak sosial yang diperoleh yaitu budaya disiplin dan tanggung jawab bersama dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan, solidaritas antarwarga dan rasa aman. Dampak ekonomi yang diperoleh yaitu khususnya perempuan dapat berdaya secara ekonomi dengan mendapat tambahan penghasilan. Dampak lingkungan yang diperoleh yaitu masyarakat praktik langsung mengenai pengelolaan lingkungan berkelanjutan berbasis ekonomi hijau sehingga lingkungan lebih lestari. Model pengelolaan lingkungan berkelanjutan hasil kolaborasi antara ekonomi hijau dan pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah Gondangan Sejahtera yaitu berbasis gotong royong dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Alurnya berawal dari pemilahan sampah, pengolahan sampah secara mandiri, pengangkutan sampah ke bank sampah, pencatatan dan pembukuan sampah, pengolahan kreatif sampah, dan terakhir sampai penjualan berbasis sirkular ekonomi hijau.
Penerapan Teknologi Filtrasi Berbasis Biofilter Dan Karbon Aktif Untuk Meningkatkan Kualitas Air Kolam Wisata Ngipik Fallo, Trisno; Nurhadi; Nugroho, Andri Prasetyo; Setyowati, Putri Ratna; Ginting, Febri Angelia; Nurullisa, Faras Dessyana; Anggara , Doni
Solidaritas: Jurnal Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2025): Solidaritas: Jurnal Pengabdian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolam Wisata Ngipik di Desa Danguran, Kabupaten Klaten, mengalami penurunan kualitas air yang ditandai oleh meningkatnya kekeruhan, bau tidak sedap, dan perubahan warna air akibat akumulasi bahan organik dari aktivitas pengunjung dan keterbatasan sistem pengelolaan air. Kondisi ini berdampak pada kenyamanan pengunjung, kualitas lingkungan, serta keberlanjutan fungsi ekonomi kolam wisata. Sebagai upaya penyelesaian masalah, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menawarkan penerapan teknologi filtrasi berbasis biofilter dan karbon aktif yang bersifat ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah dioperasikan oleh masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi survei kondisi awal kualitas air, perancangan dan instalasi unit filtrasi, pelatihan teknis pengelolaan dan perawatan sistem, serta pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat pengelola kolam wisata. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kualitas air sebelum dan sesudah penerapan teknologi, serta penilaian peningkatan pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kualitas air kolam, yang ditandai oleh penurunan kekeruhan, stabilitas pH dalam rentang baku mutu, serta penurunan kadar besi terlarut. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat menunjukkan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan lingkungan perairan. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi filtrasi berbasis biofilter dan karbon aktif efektif diterapkan sebagai solusi berkelanjutan dalam pengelolaan kolam wisata berbasis masyarakat.
EDUKASI DAN SOSIALISASI PEREMPUAN BERDAYA LINGKUNGAN DAN EKONOMI DI BANK SAMPAH GONDANGAN SEJAHTERA Setyowati, Putri Ratna; Ginting, Febriyanti Angelia; Fallo, Trisno; Aridito, Muhammad Noviansyah; Laksono, Gangsar Edi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36622

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Di tingkat provinsi, pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tantangan operasional dan kebutuhan peningkatan partisipasi masyarakat. Pemerintah Daerah DIY telah mendorong penerapan ekonomi sirkular sebagai solusi terhadap persoalan sampah, dengan menekankan pada prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, Rethink). Hal tersebut juga berperan sebagai strategi utama untuk menurunkan beban TPA dan meningkatkan praktik pengelolaan berbasis masyarakat. Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi edukasi dan program lokal yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, kegiatan “Edukasi dan Sosialisasi Perempuan Berdaya Lingkungan dan Ekonomi di Bank Sampah Gondangan Sejahtera” hadir sebagai bentuk nyata dari sinergi antara kesadaran lingkungan dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Program ini bertujuan pada peningkatan kapasitas perempuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga, pelatihan daur ulang, serta penguatan nilai ekonomi melalui sistem tabungan dan produksi berbasis limbah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan berbasis edukasi dan sosialiasi. Data primer diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan hasil pretest-post-test, serta kuisoner. Jenis sampah yang terbanyak yaitu plastik sejumlah 87,30% dan kertas 92,70%. Sedangkan sampah organik paling sedikit dikumpulkan ke Bank Sampah dikarenkan nasabah dihimbau untuk mengolah secara mandiri sampah organik. Hal ini menunjukkan bahwa sampah anorganik dapat dikaryakan menjadi sirkular ekonomi sehingga perempuan dapat berdaya ekonomi dan lingkungan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar dan antusias. Para peserta memberikan tiga pertanyaan mengenai tips pengolahan sampah organik di rumah terutama nasi basah. Kemudian narasumber dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Rata-rata hasil pretest yaitu 54,53% dan hasil post-test 86,67%, dengan peningkatan 32,13%. Hal tersebut membuktikan bahwa edukasi dan sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan pengurus Bank Sampah Gondangan Sejahtera.Kata kunci: Bank Sampah, Peran Perempuan, Ekonomi, Lingkungan. ABSTRACTAt the provincial level, waste management in the Special Region of Yogyakarta (DIY) shows operational challenges and the need to increase community participation. The Yogyakarta Regional Government has encouraged the implementation of the circular economy as a solution to the waste problem, by emphasizing the 5R principle (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, Rethink). It also serves as a key strategy to reduce the burden on landfills and improve community-based management practices. This condition confirms the importance of sustainable local educational interventions and programs. In this context, the activity "Education and Socialization of Women with Environmental and Economic Empowered at the Gondangan Sejahtera Waste Bank" is present as a tangible form of synergy between environmental awareness and women's economic empowerment. This program aims to increase women's capacity in household waste management, recycling training, and strengthen economic value through a waste-based savings and production system. This activity was carried out with an education-based and socialization-based counseling method. Primary data were obtained through direct observation, in-depth interviews, and pretest-post-test results, as well as questionnaires. The most types of waste are plastic at 87.30% and paper at 92.70%. Meanwhile, the least organic waste is collected at the Waste Bank, and customers are encouraged to process organic waste independently. This shows that inorganic waste can be made into a circular economy so that women can be economically and environmentally empowered. This community service activity ran smoothly and enthusiastically. The participants gave three questions regarding tips for processing organic waste at home, especially wet rice. Then the resource person can answer the question well. The average pretest result was 54.53% and post-test result was 86.67%, with an increase of 32.13%. This proves that this education and socialization can increase the knowledge of the management of the Gondangan Sejahtera Waste Bank.Keywords: Waste Banks, Women's Role, Economy, Environment.