Rendahnya pengetahuan dan penerimaan wanita usia subur terhadap metode kontrasepsi jangka panjang menyebabkan tingginya angka kehamilan tidak direncanakan dan ketergantungan pada metode jangka pendek, yang berdampak pada kesehatan reproduksi dan beban program keluarga berencana di wilayah Gowa. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan literasi dan kesediaan wanita usia subur dalam menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang melalui penyuluhan edukatif yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan berupa identifikasi peserta dan penyusunan materi, penyuluhan interaktif dengan pendekatan diskusi kelompok dan demonstrasi alat kontrasepsi selama dua sesi, serta evaluasi pra dan pasca-intervensi menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebesar 35 persen pada 30 peserta, dengan 70 persen menyatakan kesediaan menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang pasca-edukasi. Dampak pengabdian ini terwujud dalam optimalisasi program keluarga berencana melalui peningkatan partisipasi wanita usia subur di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB), pengurangan risiko kehamilan berulang, dan pemberdayaan bidan dalam layanan mandiri.
Copyrights © 2026