Pendidikan agama sering kali terjebak pada aspek kognitif-formalitas, sehingga pemahaman teologis siswa belum sepenuhnya bertransformasi menjadi perilaku aplikatif atau akhlakul karimah. Fenomena ini mengindikasikan adanya urgensi untuk menempatkan iman bukan sekadar sebagai materi pelajaran, melainkan sebagai landasan filosofis dan praktis dalam seluruh dinamika perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran iman sebagai katalisator utama dalam pembentukan akhlak siswa sekolah dasar serta mengidentifikasi mekanisme internalisasinya. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis reflektif terhadap pola pendidikan karakter berbasis religiusitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman yang kokoh menjadi motor penggerak kontrol diri (self-control) dan kesadaran etis siswa melalui pemahaman akan kehadiran Tuhan (muraqabah). Pembentukan akhlak berbasis iman secara efektif tercapai melalui tiga strategi integratif: kristalisasi nilai-nilai rukun iman dalam aktivitas keseharian, pemberian keteladanan spiritual dari pendidik, serta penguatan lingkungan sekolah yang mengedepankan pembiasaan ibadah sebagai basis etika. Temuan ini menegaskan bahwa akhlak yang stabil dan berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila berakar pada keyakinan transendental yang diinternalisasikan secara emosional dan rasional oleh siswa. Melalui penguatan fondasi iman ini, diharapkan pendidikan tingkat dasar mampu mencetak generasi yang memiliki keseimbangan antara keteguhan prinsip spiritual dan keluhuran perilaku sosial.
Copyrights © 2025