Perkembangan teknologi digital dan globalisasi membawa tantangan pada pembentukan nilai iman dan akhlak mahasiswa. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, kampus memiliki tanggung jawab membentuk karakter beriman dan berakhlak mulia selain pengembangan kompetensi akademik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran dan strategi kampus dalam membangun budaya iman dan akhlak positif, dengan fokus pada konteks Riau dan Dumai. Metode kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dari buku referensi, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi. Hasil menunjukkan peran kampus meliputi empat dimensi: fasilitator pembelajaran nilai, teladan praktis, pengembang ruang dan kegiatan, serta agen pembimbing. Strategi efektif meliputi penguatan kurikulum terintegrasi, pengembangan budaya organisasi, kolaborasi dengan masyarakat dan keluarga, serta pemanfaatan teknologi. Implementasi di perguruan tinggi Riau dan Dumai menunjukkan keberhasilan bergantung pada kerja sama sinergis seluruh komponen. Disarankan kampus melakukan evaluasi berkelanjutan dan mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan nilai baik.
Copyrights © 2025