Latar Belakang: Hipertensi di Indonesia dipengaruhi oleh sensitivitas rasa asin, asupan serat, dan konsumsi kafein melalui mekanisme natrium, fungsi pembuluh darah, metabolisme, dan stimulasi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketiga faktor tersebut dengan tekanan darah.Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan 97 responden di asrama mahasiswi Universitas Darussalam Gontor. Data dikumpulkan melalui uji ambang rasa asin (Three-Alternative Forced Choice), kuesioner SQ-FFQ untuk asupan serat dan kafein, serta pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman.Hasil: Terdapat korelasi yang bermakna antara ambang kepekaan rasa asin dengan tekanan darah sistolik (p=0,009; r=0,265) dan diastolik (p=0,045; r=0,204). Namun, tidak ada korelasi antara konsumsi serat maupun kafein dengan tekanan darah.Kesimpulan: Ambang sensitivitas terhadap rasa asin menunjukkan korelasi dengan tekanan darah sistolik dan diastolic, sebaliknya, asupan serat maupun kafein tidak menunjukkan korelasi dengan tekanan darah.
Copyrights © 2025