Meningkatnya jumlah ibu bekerja di luar rumah berdampak pada pola asuh dalam keluarga, khususnya perkembangan sosial emosional anak usia dini. Anak yang kurang mendapat pengasuhan optimal cenderung mengalami kesulitan dalam mengenali emosi, menjalin hubungan sosial, dan mengembangkan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk pola asuh ibu pekerja serta pengaruhnya terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini di taman kanak-kanak se-Kecamatan Curug, Kota Serang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif asosiatif. Populasi meliputi 79 ibu bekerja dengan sampel 30 responden melalui purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket skala Likert yang telah melalui uji validitas dengan koefisien korelasi > 0,30 dan uji reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha > 0,70, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh ibu pekerja, baik otoriter, demokratis, maupun permisif, berpengaruh signifikan terhadap perkembangan sosial emosional anak, meliputi kesadaran diri, rasa tanggung jawab, dan perilaku prososial. Di antara ketiga jenis pola asuh tersebut, pola asuh demokratis paling berpengaruh dengan kontribusi sebesar 51,5%. Koefisien korelasi sebesar 0,718 menunjukkan hubungan yang kuat antara pola asuh dan perkembangan sosial emosional. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun ibu memiliki keterbatasan waktu, pola asuh tetap berperan penting dalam pembentukan sosial emosional anak. Implikasi penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi orang tua, pendidik, dan lembaga pendidikan dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak, khususnya pada keluarga dengan ibu bekerja.
Copyrights © 2025