Pengambilan keputusan pembiayaan kesehatan publik dihadapkan pada keterbatasan sumber daya dan meningkatnya kebutuhan untuk memprioritaskan intervensi yang memberikan manfaat kesehatan optimal. Dalam konteks tersebut, cost-effectiveness analysis (CEA) dengan cost-effectiveness threshold berperan sebagai tolok ukur operasional untuk menilai kelayakan pendanaan suatu intervensi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis penggunaan cost-effectiveness threshold dalam pengambilan keputusan pembiayaan kesehatan melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif analitik terhadap publikasi ilmiah dan dokumen kebijakan yang membahas CEA, cost-effectiveness threshold, health opportunity cost, serta implementasinya dalam sistem pembiayaan kesehatan. Penelusuran literatur dilakukan pada jurnal internasional bereputasi dan sumber kebijakan kesehatan yang relevan, dengan fokus pada perkembangan metodologi dan praktik kebijakan dalam satu dekade terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan threshold tradisional berbasis 1–3 kali produk domestik bruto (PDB) per kapita masih banyak digunakan, khususnya di negara berpenghasilan rendah dan menengah, namun mendapat kritik karena tidak merefleksikan health opportunity cost yang sesungguhnya. Literatur terkini menyoroti pergeseran paradigma menuju threshold berbasis opportunity cost yang dinilai lebih relevan dengan keterbatasan anggaran dan produktivitas marginal sistem kesehatan. Selain itu, penggunaan threshold yang bersifat teknokratis tanpa mempertimbangkan aspek ekuitas, tata kelola, dan nilai sosial berpotensi menghasilkan keputusan pembiayaan yang kurang adil. Disimpulkan bahwa cost-effectiveness threshold merupakan instrumen strategis dalam penetapan prioritas pembiayaan kesehatan, namun penggunaannya harus bersifat kontekstual, transparan, dan dipadukan dengan pendekatan multi-kriteria. Integrasi threshold berbasis health opportunity cost dengan pertimbangan kebijakan dan ekuitas dinilai penting untuk mendukung alokasi sumber daya kesehatan yang efisien, adil, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026