Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keseimbangan Supply dan Demand Tenaga Kesehatan di Indonesia Astuti, Dewi Probo; Situmorang , Clara Meilindawaty; Pinem, Sri Evehulisa; Hartono , Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20841

Abstract

AbstrakKetidakseimbangan antara pasokan dan permintaan tenaga kesehatan masih menjadi isu mendesak dalam sistem kesehatan Indonesia, terutama di daerah terpencil dan tertinggal (3T). Meskipun jumlah tenaga kesehatan terus meningkat secara nasional, distribusinya belum merata dan masih terkonsentrasi di kota-kota besar, sementara daerah terpencil mengalami kekurangan yang signifikan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan sintesis naratif kualitatif untuk mengkaji kondisi ketersediaan tenaga kesehatan di Indonesia saat ini. Penelitian ini menganalisis ketidakseimbangan (maldistribusi) antara pasokan dan permintaan tenaga kesehatan dari perspektif ekonomi kesehatan. Penelitian ini juga menganalisis faktor-faktor penyebab ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di Indonesia dari perspektif kebijakan, sosial, dan ekonomi, seperti terbatasnya lulusan, kebijakan yang belum terintegrasi, insentif yang minim, dan lemahnya koordinasi lintas sektor. Penelitian ini mengevaluasi kebijakan dan strategi pemerintah untuk mengatasi kekurangan dan ketimpangan tenaga kesehatan. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk perencanaan tenaga kesehatan yang lebih adil, setara, dan berkelanjutan. Analisis ini menunjukkan bahwa perencanaan tenaga kesehatan perlu diperkuat melalui upaya-upaya konkret, seperti menyelaraskan kebijakan pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan; memastikan keterlibatan lintas sektor; mempercepat pencapaian target rasio tenaga kesehatan; meningkatkan beasiswa untuk pendidikan kesehatan; dan menyediakan insentif finansial dan nonfinansial yang menarik dan tepat sasaran. Studi ini merekomendasikan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk memastikan distribusi tenaga kesehatan yang adil dan merata, sebagai langkah penting dalam mendukung pencapaian Cakupan Kesehatan Semesta (UHC) di Indonesia.
Penggunaan Threshold Cost-Effectiveness dalam Pengambilan Keputusan Pembiayaan Kesehatan: Literature Review Irma, Eka; Rista, Indriana; Yurez, Nanda Argaswari; Hartono , Budi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4062

Abstract

Pengambilan keputusan pembiayaan kesehatan publik dihadapkan pada keterbatasan sumber daya dan meningkatnya kebutuhan untuk memprioritaskan intervensi yang memberikan manfaat kesehatan optimal. Dalam konteks tersebut, cost-effectiveness analysis (CEA) dengan cost-effectiveness threshold berperan sebagai tolok ukur operasional untuk menilai kelayakan pendanaan suatu intervensi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis penggunaan cost-effectiveness threshold dalam pengambilan keputusan pembiayaan kesehatan melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif analitik terhadap publikasi ilmiah dan dokumen kebijakan yang membahas CEA, cost-effectiveness threshold, health opportunity cost, serta implementasinya dalam sistem pembiayaan kesehatan. Penelusuran literatur dilakukan pada jurnal internasional bereputasi dan sumber kebijakan kesehatan yang relevan, dengan fokus pada perkembangan metodologi dan praktik kebijakan dalam satu dekade terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan threshold tradisional berbasis 1–3 kali produk domestik bruto (PDB) per kapita masih banyak digunakan, khususnya di negara berpenghasilan rendah dan menengah, namun mendapat kritik karena tidak merefleksikan health opportunity cost yang sesungguhnya. Literatur terkini menyoroti pergeseran paradigma menuju threshold berbasis opportunity cost yang dinilai lebih relevan dengan keterbatasan anggaran dan produktivitas marginal sistem kesehatan. Selain itu, penggunaan threshold yang bersifat teknokratis tanpa mempertimbangkan aspek ekuitas, tata kelola, dan nilai sosial berpotensi menghasilkan keputusan pembiayaan yang kurang adil. Disimpulkan bahwa cost-effectiveness threshold merupakan instrumen strategis dalam penetapan prioritas pembiayaan kesehatan, namun penggunaannya harus bersifat kontekstual, transparan, dan dipadukan dengan pendekatan multi-kriteria. Integrasi threshold berbasis health opportunity cost dengan pertimbangan kebijakan dan ekuitas dinilai penting untuk mendukung alokasi sumber daya kesehatan yang efisien, adil, dan berkelanjutan.