Industri manufaktur di Surabaya menghadapi tantangan kompleks terkait kepuasan kerja karyawan akibat tuntutan kerja yang tinggi dan kesulitan mencapai keseimbangan kehidupan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-life balance dan job satisfaction, serta menguji peran work engagement sebagai mediator pada karyawan manufaktur di Surabaya. Penelitian kuantitatif dengan desain kuantitatif korelasional ini melibatkan 300 partisipan yang dipilih melalui convenience sampling dan snowball sampling. Instrumen penelitian terdiri dari tiga skala yang telah diadaptasi dan diuji validitas serta reliabilitasnya: Work-Life Balance Scale, Job Satisfaction Survey, dan Utrecht Work Engagement Scale. Data dianalisis menggunakan mediation analysis dengan Hayes PROCESS Model 4 dan metode bootstrapping (5.000 sampel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance memiliki hubungan positif yang sangat signifikan dengan job satisfaction (estimate = 1,8475; SE = 0,0251; t = 73,6612; p = 0,000), sehingga hipotesis pertama diterima. Work engagement terbukti berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan tersebut, dengan indirect effect yang signifikan (estimate = 0,7110; BootSE = 0,0673; 95% CI = [0,5839; 0,8506]) dan direct effect yang tetap signifikan (estimate = 1,1365; SE = 0,0694; t = 16,3733; p = 0,000), sehingga hipotesis kedua diterima. Temuan penelitian ini mengonfirmasi pentingnya work-life balance sebagai prediktor job satisfaction dan peran strategis work engagement dalam memperkuat hubungan tersebut, memberikan implikasi teoritis bagi pengembangan literatur psikologi industri dan organisasi serta implikasi praktis bagi manajemen perusahaan manufaktur dalam merancang kebijakan sumber daya manusia yang mendukung kesejahteraan dan produktivitas karyawan.
Copyrights © 2026