Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB) berfungsi meningkatkan oksigenasi jaringan sehingga berpotensi mempengaruhi kualitas tidur. Kualitas tidur yang baik bagi penderita diabetes melitus berperan dalam pengendalian kadar gula darah, pemulihan tubuh, serta peningkatan sistem imun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kualitas tidur penderita diabetes melitus yang menjalani Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB). Desain penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Sampel diambil secara keseluruhan dari penderita diabetes melitus yang menjalani Terapi Oksigen Hiperbatik (TOHB) di LAKESLA Drs.Med. R. Rijadi, Phys sejumlah 29. Variabel dalam penelitian ini adalah kualitas tidur penderita diabetes melitus yang menjalani TOHB dan diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes melitus yang menjalani Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB) pada frekuensi terapi oksigen hiperbarik dalam jumlah sesi relative rendah, mayoritas responden masih berada pada tahap/sesi awal atau pertengahan program terapi. Kualitas tidur pasien yang menjalani terapi oksigen hiperbarik berada pada kualitas tidur sedang hingga baik. Implikasi penelitian ini adalah perlu komitmen dan keaktifan responden dalam menyelesaikan serangkaian sesi TOHB sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur penderita diabetes melitus
Copyrights © 2026