Fenomena dekadensi moral pada generasi muda saat ini mengancam kualitas civic disposition (watak kewarganegaraan) yang menuntut lembaga pendidikan agama untuk proaktif dalam menanamkan fondasi karakter yang kuat. Tujuannya adalah untuk membentengi anak dari pengaruh negatif lingkungan dan media sosial yang dapat mengikis nilai-nilai etika sosial sebagai warga negara. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui internalisasi nilai-nilai agama pada anak usia dini di Rumah Quran Nurul Alwi (RUQUNA). Metode yang digunakan adalah pembiasaan (habituasi) yang terintegrasi dalam dua program utama: Program Tahfizh Surat Pendek dan Program Adab Harian. Sasaran program adalah 53 anak usia 4-15 tahun beserta orang tua/wali. Pelaksanaan program meliputi pengenalan huruf hijaiyah, bimbingan Tahsin, hafalan surat pendek, serta pembiasaan doa dan adab praktis—seperti kejujuran, tanggung jawab, dan sikap rendah hati—melalui metode keteladanan dan pengulangan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan hafalan dan konsistensi pengamalan adab harian anak. Kontribusi utama dari kegiatan ini adalah terciptanya model ekosistem pendidikan berkelanjutan yang berhasil menumbuhkan kesadaran spiritual (muraqabatullah) dan etika sosial yang menjadi elemen kunci civic disposition. Program ini efektif dalam memberikan imunitas moral dini, sehingga TPA berfungsi optimal sebagai garda terdepan dalam membentuk warga negara yang berintegritas dan mencegah pemerosotan moral di lingkungan komunitas.
Copyrights © 2026