Pendahuluan: Penatalaksanaan hipertensi pada lansia merupakan tantangan bagi dunia kesehatan mengingat jumlah lansia dengan hipertensi semakin meningkat. Keterlibatan secara langsung dan kemampuan pasien dalam mengelola perawatan diri diharapkan dapat membantu mengendalikan tekanan darah tetap stabil. Tujuan: mengetahui hubungan self care management dengan tekanan darah pada lansia hipertensi, Metode: penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan crossectional, populasi lansia dengan hipertensi sejumlah 98 dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 44, pengumpulan data variabel independent self care management menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, variabel dependen tekanan darah diambil dari hasil pengukuran saat posyandu. Analisa data menggunakan spearman rank. Hasil: pengolahan data didapatkan self care management 56,8% responden tergolong kategori baik dan tekanan darah 68,2% tergolong dalam kategori hipertensi ringan, uji spearman rank p=0,067 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan self care management dengan tekanand arah pada lansia hipertensi. Kesimpulan: self care management yang telah dilakukan lansia membutuhkan validasi terkait kondisi kesehatan lansia, yang artinya banyak faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada lansia, dalam kondisi ketaatan yang ketat dapat membuat lansia stres yang tidak disadari. Saran: Perlu mempertimbangkan variabel moderator yang dapat mempengaruhi hubungan antara self care management dengan tekanan darah.
Copyrights © 2025