Perkembangan pesat penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menjadikan isu etika dan tata kelola sebagai perhatian utama dalam praktik organisasi maupun kajian akademik. AI dipandang mampu meningkatkan efisiensi, objektivitas, dan kualitas pengambilan keputusan dalam berbagai fungsi MSDM, seperti rekrutmen, seleksi, penilaian kinerja, dan pengembangan karyawan. Namun demikian, adopsi AI juga menimbulkan sejumlah tantangan, antara lain bias algoritmik, pelanggaran privasi data, rendahnya transparansi sistem, serta ketidakjelasan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan berbasis teknologi. Kondisi ini menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam MSDM tidak hanya berdampak teknis, tetapi juga memiliki implikasi etis dan strategis yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan kajian komprehensif untuk memahami implikasi penggunaan AI dalam konteks MSDM secara lebih mendalam. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis literatur terkini mengenai penerapan AI dalam MSDM dengan fokus pada implikasi etis, peran strategis MSDM, serta dampaknya terhadap kinerja organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dengan penelusuran pada basis data Scopus dan Web of Science terhadap artikel jurnal peer-reviewed yang diterbitkan pada periode 2021–2025. Dari proses seleksi diperoleh 47 artikel yang dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian AI dalam MSDM masih didominasi oleh studi konseptual dan berfokus pada konteks negara maju, dengan isu etika sebagai tema utama. AI berpotensi mereproduksi bias historis, memperluas praktik pengawasan karyawan, serta menimbulkan tantangan dalam membangun kepercayaan organisasi. Kontribusi AI terhadap kinerja organisasi bersifat etis-kondisional, sehingga menegaskan pentingnya penguatan tata kelola etika yang terintegrasi dalam MSDM strategis.
Copyrights © 2026