Latar Belakang : Infeksi kulit akibat bakteri Staphylococcus aureus masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Infeksi ini dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan gangguan seperti pioderma, terutama pada anak-anak. Upaya pencegahan melalui penggunaan produk topikal antibakteri berbahan alami menjadi alternatif yang aman dan efektif. Salah satu bahan alami yang berpotensi adalah kulit kayu Taya (Nauclea orientalis) dan biji kopi Robusta (Coffea canephora) yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengevaluasi sabun cair alami (natural liquid soap) dengan kombinasi ekstrak kulit kayu Taya dan Robusta Coffee sebagai antibakteri. Metode: Metode yang digunakan adalah Quasy eksperimental dengan desain post test only control design, dengan tiga formulasi, yaitu F1 (2 g), F2 (4 g), dan F3 (6 g) ekstrak kulit kayu Taya, yang masing-masing dikombinasikan dengan 2,5 g ekstrak Robusta Coffee. Ekstrak diperoleh melalui metode refluks (kulit kayu Taya) dan maserasi (Robusta Coffee). Evaluasi dilakukan terhadap karakteristik fisikokimia sabun cair serta uji antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa seluruh formulasi memenuhi standar mutu fisikokimia menurut SNI. Formula F3 menunjukkan zona hambat terbesar terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus, yang mengindikasikan efektivitas antibakteri tertinggi di antara formulasi lainnya. Simpulan: kombinasi ekstrak kulit kayu Taya dan Robusta Coffee dalam sediaan sabun cair alami memiliki potensi sebagai agen antibakteri topikal yang aman, efektif, dan layak untuk dikembangkan sebagai produk perawatan kulit berbasis herbal.
Copyrights © 2026