Pendidikan di pesantren selama ini selalu menghadirkan aspek-aspek unik dan menarik untuk dipelajari dan dikaji. Tantangan utama di pondok pesantren adalah bagaimana cara mempertahankan minat belajar santri agar tetap tinggi dan berkelanjutan. Dalam keadaan aslinya pondok pesantren memiliki sistem pendidikan dan pengajaran non klasikal yang dikenal dengan metode sorogan dan bandongan (wetonan). Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana metode sorogan dan bandongan berhasil meningkatkan minat belajar santri di pondok pesantren Inayatullah Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Tabulasi data direduksi dan disimpulkan dengan temuan bahwa metode sorogan dan bandongan sama-sama berperan dalam meningkatkan minat belajar santri. Antusiasme santri sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan sorogan dan bandongan. Melalui interaksi sosial dan kemandirian pembelajaran pada sorogan dan bandongan, santri didorong untuk secara aktif terlibat dalam pembelajaran sehingga membuat santri termotivasi untuk terus meningkatkan minat untuk terus belajar.
Copyrights © 2025