Masalah gizi kurang pada balita, khususnya wasting, masih menjadi isu kesehatan masyarakat karena berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan balita. Kondisi ini berkaitan erat dengan praktik pemberian makan yang belum memadai, khususnya kualitas dan ketepatan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pemberian MP-ASI berbasis pangan lokal sebagai upaya pencegahan gizi kurang. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan di Desa Bintalahe Kecamatan Kabila Bone melalui pendekatan edukatif berupa penyuluhan gizi seimbang dan MP-ASI berkualitas dengan media leaflet dan pemberian contoh makanan selingan berbahan pangan lokal. Sasaran kegiatan adalah 20 ibu balita yang dipilih karena perannya dalam pengambilan keputusan terkait pemilihan dan pengolahan makanan keluarga. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta dengan analisis data secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan ibu setelah kegiatan edukasi, dari 66,5 ± 24,76 pada pre-test menjadi 77 ± 20,79 pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan gizi yang terarah dan kontekstual efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait pemberian MP-ASI berbasis pangan lokal. Kesimpulannya, edukasi gizi kepada ibu balita merupakan pendekatan yang relevan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak setelah masa ASI eksklusif. Disarankan agar kegiatan edukasi MP-ASI berbasis pangan lokal dilaksanakan secara berkesinambungan dan terintegrasi dengan kegiatan posyandu guna memperkuat praktik pemberian makan balita di tingkat rumah tangga.
Copyrights © 2026