Sistem imun, dan khususnya sel darah putih, merupakan target dari Human Immunodeficiency Virus (HIV). Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS)," merupakan sekumpulan gejala dan indikator penyakit yang terkait dengan melemahnya sistem imun yang disebabkan oleh infeksi HIV. Obat antiretroviral sangat penting untuk pengobatan HIV/AIDS. Namun demikian, interaksi obat dapat terjadi jika banyak obat dikonsumsi secara bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan interaksi obat di antara pasien HIV/AIDS di Puskesmas Seberang Padang, Kota Padang, dan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara frekuensi penggunaan obat dan frekuensi interaksi obat di antara pasien tersebut. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional, pengumpulan data prospektif, dan strategi pengambilan sampel terbatas waktu, penelitian ini memberikan hasil analitis tanpa melakukan eksperimen. Berdasarkan data yang diperoleh, jenis interaksi yang paling umum adalah farmakokinetik, dan insiden interaksi tertinggi berada pada kategori sedang yaitu 96,92%. Dalam penelitian ini, 119 pasien HIV/AIDS memiliki 26,37% kejadian yang berpotensi menyebabkan interaksi obat. Di Puskesmas Seberang Padang, terdapat hubungan linier positif yang signifikan (r=0,618) antara jumlah interaksi obat dan jumlah penggunaan obat oleh pasien HIV/AIDS, menurut analisis statistik. Nilai p 0,000, kurang dari tingkat sig. 0,05.
Copyrights © 2026