This study aims to construct a pattern of Al-Qur'an learning in the Bima society tradition and identify prophetic values in Al-Qur'an learning practices in the Bima society tradition. The research method used a qualitative approach based on phenomenological studies in the Bima region, involving national Qori from Bima, religious leaders, community leaders, Al-Qur'an education practitioners, and the Regional Ulama Council as sources of research data determined through purposive sampling techniques. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation, while data validity was ensured through source triangulation and technique triangulation. Research data was analyzed using the interactive analysis model steps developed by Miles, Huberman & Saldana, which included data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing, and was analyzed using Nvivo 12 software. The results of the study reveal that (1) The pattern of Al-Qur'an learning in the Bima community tradition generally takes place in religious-based communities such as langgar, mosques, TPQ or the homes of Quran teachers through various learning methods such as Iqra', Talaqqi and Tilawati, (2) the form of internalization of prophetic values in the pattern of Al-Qur'an learning humanization (humanizing humans), and transcendence (connection with God) are naturally internalized in the Qur'an learning of the Bima community. (3) The factors that influence learning patterns are divided into four main categories: family support, government support, supportive social environment, and the Bima community. (4) The implications of prophetic education on strengthening the religious and social character of the Bima community. The findings show that prophetic education through Qur'anic learning has a significant implication on the formation of values of kaadaban, religious character, social ethics, spiritual attitudes, and morals of the Bima society. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengonstruksikan pola pembelajaran Al-Qur’an dalam tradisi masyarakat Bima dan mengidentifikasi nilai-nilai profetik dalam praktik pembelajaran Al-Qur'an dalam dimensi tradisi masyarakat Bima. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, yang berbasis pada studi fenomenologis di daerah Bima dengan melibatkan, para Qori/Tahfiz nasional asal Bima, tokoh agama, tokoh masyarakat, para praktisi pendidikan Al-Qur’an, Majelis Ulama Daerah sebagai sumber data penelitian. Penentuan sumber data dilakukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi serta keabsahan data dilakukan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah interactive analysis model dari Miles, Huberman & Saldana, mencakup; pengumulan data, kondensasi data, penyajian tampilan data, dan penarikan kesimpulan, serta dianalisis dengan bantuan software Nvivo 12. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) Pola pembelajaran Al-Qur’an dalam tradisi masyarakat Bima umumnya berlangsung dalam lingkungan komunitas berbasis keagamaan seperti langgar, masjid, TPQ atau rumah guru ngaji melalui variasi metode pembelajaran seperti Iqra’, Talaqqi dan Tilawati, (2) bentuk internalisasi nilai profetik dalam pola pembelajaran Al-Qur’an humanisasi (memanusiakan manusia), dan transendensi (penghubung dengan Tuhan) terinternalisasi secara alami dalam pembelajaran Al-Qur’an masyarakat Bima,(3) Faktor-faktor yang memengaruhi pola pembelajaran terbagi ke dalam empat kategori utama: dukungan keluarga, dukungan pemerintah, dukungan lingkungan sosial yang kondusif dan komunitas masyarakat Bima, (4) Implikasi pendidikan profetik terhadap penguatan karakter keagamaan dan sosial masyarakat Bima, temuan menunjukkan bahwa pendidikan profetik melalui pembelajaran Al-Qur’an berimplikasi besar terhadap pembentukan nilai kaadaban, karakter religius, etika sosial, sikap spiritual dan moral masyarakat Bima.
Copyrights © 2025