Latar Belakang: Mual dan muntah dalam kehamilan merupakan keluhan paling umum pada trimester pertama dan dialami oleh 70–80% ibu hamil. Kekhawatiran terhadap efek samping obat konvensional membuat banyak ibu hamil beralih ke terapi herbal, termasuk jahe, meskipun bukti ilmiah mengenai efektivitasnya dibandingkan vitamin B6 masih beragam.Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan efektivitas jahe dan vitamin B6 dalam menurunkan mual dan muntah pada ibu hamil melalui systematic review dan meta-analysis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain systematic review dan meta-analysis berdasarkan pedoman PRISMA dengan pendekatan PICO. Pencarian artikel dilakukan pada database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Kriteria inklusi ditetapkan untuk penelitian Randomized Controlled Trial (RCT) mengenai pemberian jahe atau vitamin B6 tanpa kombinasi terapi lain. Lima artikel yang memenuhi kriteria dianalisis menggunakan software RevMan 5.4. Hasil: Meta-analysis menunjukkan bahwa jahe 0,04 kali lebih efektif dibandingkan vitamin B6 dalam menurunkan episode mual, meskipun tidak signifikan secara statistik (p = 0,87). Sebaliknya, vitamin B6 0,08 kali lebih efektif dibandingkan jahe dalam menurunkan episode muntah, namun juga tidak signifikan secara statistik (p = 0,61). Dosis intervensi yang digunakan pada studi berkisar 500 mg–1 g/hari untuk jahe dan 26–40 mg/hari untuk vitamin B6 dalam durasi 4 hari. Adanya heterogenitas tinggi dan potensi bias publikasi ditemukan pada kedua analisis. Kesimpulan: Jahe cenderung lebih efektif dibandingkan vitamin B6 dalam menurunkan mual, sedangkan vitamin B6 lebih efektif dalam menurunkan muntah pada ibu hamil. Kedua intervensi memiliki efektivitas yang sebanding dan dapat digunakan sebagai pilihan manajemen non farmakologis NVP.
Copyrights © 2025