ABSTRAK Fenomena meningkatnya perilaku seks pranikah di kalangan remaja menjadi tantangan serius dalam pembentukan karakter dan kesehatan reproduksi generasi muda, terutama di era digital. Rendahnya literasi seksualitas yang sehat serta terbatasnya pendidikan berbasis nilai religius menyebabkan remaja rentan terhadap perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi seksualitas sehat dan kesadaran moral remaja melalui program Seminar Edukatif Gerakan Remaja Anti Seks Pra-Nikah (GERA-SP) di MA NW Senyiur, Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui seminar interaktif, pemutaran film edukatif, diskusi reflektif, kampanye visual, serta pembentukan Ruang Konseling Remaja (KEREN). Subjek kegiatan berjumlah 65 siswa kelas X dan XI. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara dengan guru BK dan wali kelas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman siswa sebesar 68,3% pada aspek literasi seksualitas, disertai perubahan sikap yang lebih bijak dalam pergaulan dan meningkatnya kesadaran terhadap nilai-nilai Islami. Program GERA-SP terbukti efektif sebagai strategi preventif dalam penguatan karakter dan kesehatan reproduksi remaja, serta berpotensi direplikasi pada satuan pendidikan dengan karakteristik serupa.Kata kunci: Seks Pranikah, Remaja, Literasi Seksual, Karakter Islami, Pendidikan Kesehatan. ABSTRACTThe increasing prevalence of premarital sexual behavior among adolescents poses a serious challenge to character development and reproductive health, particularly in the digital era. Limited healthy sexual literacy and insufficient value based education make adolescents vulnerable to risky behaviors. This community service activity aimed to enhance healthy sexual literacy and moral awareness among adolescents through the Educational Seminar of the Youth Movement Against Premarital Sex (GERA-SP) conducted at MA NW Senyiur, East Lombok Regency. A participatory–educative approach was employed through interactive seminars, educational film screenings, reflective discussions, visual campaigns, and the establishment of a Youth Counseling Space (KEREN). The participants consisted of 65 students from grades X and XI. Evaluation methods included pre-tests and post-tests, observations, and interviews with school counselors and homeroom teachers. The results showed a significant improvement in students’ understanding of healthy sexuality, with an average increase of 68.3%, accompanied by more responsible attitudes toward social interaction and stronger awareness of Islamic moral values. The GERA-SP program proved to be an effective preventive strategy for strengthening adolescent character and reproductive health education and has the potential to be replicated in schools or madrasahs with similar socio-cultural characteristics. Keywords: Premarital Sex; Adolescents; Sexual Literacy; Islamic Character; Health Education.
Copyrights © 2025