Pola konsumsi makanan sehat di masyarakat perkotaan menunjukkan kecenderungan meningkat, salah satunya melalui konsumsi makanan yang diolah dengan cara dikukus. Namun, makanan kukus yang beredar di Kota Palangka Raya umumnya masih didominasi oleh sumber karbohidrat dan minim kandungan protein serta serat, sehingga belum sepenuhnya memenuhi prinsip gizi seimbang. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas gizi keluarga dalam jangka panjang. Ibu rumah tangga memiliki peran strategis dalam menentukan pola konsumsi pangan keluarga, sehingga peningkatan kapasitas ibu-ibu menjadi langkah penting dalam upaya perbaikan gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran ibu-ibu Perumahan Bambu Mas Palangka Raya dalam mengolah makanan kukus sehat serta membuka peluang usaha berbasis pangan sehat. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif yang meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan teoretis, pelatihan praktik, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan adalah ibu-ibu Perumahan Bambu Mas yang dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan program. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest, observasi keterampilan, serta angket sikap untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra mengenai konsep gizi seimbang, peningkatan keterampilan dalam mengolah makanan kukus sehat yang kaya protein dan serat, serta perubahan sikap positif terhadap pola konsumsi makanan sehat. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan minat mitra untuk mengembangkan olahan makanan kukus sehat sebagai usaha rumahan. Dengan demikian, pelatihan pengolahan makanan kukus sehat terbukti efektif sebagai upaya peningkatan gizi keluarga sekaligus pemberdayaan ekonomi ibu-ibu. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan dan aplikatif.
Copyrights © 2025