Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan kelompok yang sangat rentan untuk terinfeksi tuberkulosis, mengingat mereka tinggal di tempat dengan kepadatan manusia yang sangat tinggi. Lapas Kota Lhokseumawe menyebutkan terjadi peningkatan kasus tuberkulosis sebesar 13 kali lipat dari tahun 2022 hingga 2023. Tingginya kasus TB di lapas disebabkan oleh kepadatan penghuni, penyakit komorbid, perokok dan riwayat kontak dengan pasien TB serta masih rendahnya pengetahuan warga binaan terhadap upaya pencegahan penularan TB dan ketidaktahuan akan gejala awal dari infeksi tuberkulosis. Oleh karena itu, pada kegiatan pengabdian ini akan dilakukan kampanye tentang tuberkulosis melalui kolaborasi akademik dan Lapas. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa skrining, pelatihan dan pembinaan terhadap warga binaan tentang pencegahan dan deteksi dini tuberkulosis. Pada akhir kegiatan pengabdian diperoleh hasil 4 orang warga binaan positif menderita tuberkulosis dan terdapat peningkatan pengetahuan pada warga binaan tentang tuberkulosis baik upaya pencegahan, gejala yang timbul, upaya pengobatan dan tatacara deteksi dini tuberkulosis. Berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa intervensi edukasi kesehatan yang diberikan memiliki pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan pada warga binaan.
Copyrights © 2026