Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Impact of Verbal Violence that the Family Members are Making on Children's Social Emotional Aspects: A Case Study In Early Age 2-4 Years Wahyuni, Hendra
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 2, No 1 (2020): January 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i1.2265

Abstract

The study aims to know the impact of violence verbal carried members of the family of the aspects of social, emotional children aged early 2-4. With the approach to study the case with methods of qualitative found that violent verbal in children aged early majority do mothers with an age, angry exaggeration, understatement, compare and threats. The cause of mother doing verbal among them: a factor of economic, educational, rage against the couple as well as how to view the parents, of the child and factors environment. Impacts on children's emotional, social aspects: a) intensity of violence around, imitated by children and difficult to be dammed by parents, b) always must be number one, c) instructive, d) aggressive and sensitive, e) challenging to succumb to, f) dependence on high mother. When members of the family often yell, children also perform on other people even dare to yell at people of his own as well as the loss of independence and a sense of trust themselves children. So, the level of emotional, social maturity of family members is very influential in the development of emotional, social aspects of children of age religious.
The Accuracy of Lung Ultrasound in Pneumonia Diagnosis: Evidence-Based Case Report Adityo Wibowo; Airin Aldiani; Faiza Hatim; Galoeh Adyasiwi; Hendra Wahyuni MS; Khairunnisa Imaduddin; Malsephira Hasmeryasih; Mega Juliana; Nesia Priandari; Nina Ratu Nur Kharima; Rudy Satriawan; Agus Dwi Susanto
Jurnal Respirologi Indonesia Vol 41, No 2 (2021)
Publisher : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)/The Indonesian Society of Respirology (ISR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36497/jri.v41i2.175

Abstract

Background: There are various microorganisms which caused pneumonia in developing countries such as Indonesia. The diagnosjs of pneumonia is still mainly confirmed by Chest X-ray which is unspecific to determine the etiology of pneumonia due to its low accuracy. On the other hand, the higher accuracy diagnostic tool, Computed Tomography (CT) scan, is not cost-effective. Therefore, an alternative diagnostic tool with high precision, affordability, and user-friendly is highly needed. Lung ultrasound (LUS) is an alternative diagnostic device. This study aims to investigate the diagnostic accuracy level of LUS in diagnosing pneumonia. Methods: Literature-researches was done in five databases namely PubMed/MEDLINE, ScienceDirect, Proquest, Cochrane and EBSCO/MEDLINE using keywords according to the clinical scenario. The articles were appraised with CEEBM worksheet. Results: Four articles met the inclusion and exclusion criteria. Sensitivity of LUS ranged around 85-97% and specificity ranged around 8694%. All appraised articles recommended the use of LUS for its high sensitivity in confirming diagnosjs of pneumonia and other lung diseases, and its favorable bedside use especially for critically ill patients. Lung US was also considered as being more inexpensive with less radiation exposure compared to CT scan or other radiographic imaging. Conclusion: Examination using LUS had a high diagnostic value in confirming the diagnosis of pneumonia.
Gambaran Perilaku Pasien TB Paru terhadap Upaya Pencegahan Penularan TB di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Fauziah Kabupaten Bireuen Farhan, Muhammad; Khairunnisa, Cut; Wahyuni, Hendra
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 3 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i3.14114

Abstract

 TB Paru ialah salah satu gangguan kesehatan penyebab utama morbiditas, mortalitas dan kecatatan di dunia. TB Paru adalah suatu penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang paling sering terjadi di paru. Mycobacterium Tuberculosis ditularkan lewat droplet di udara. Besarnya penderita TB Paru yang ada dikarenakan oleh beragam alasan, yaitu keadaan sosial ekonomi masyarakat yang rendah, tindakan pengobatan yang minim, derajat gizi masyarakat yang buruk, dan lingkungan tempat tinggal yang tidak layak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan perilaku pasien TB Paru dalam Upaya Pencegahan Penularan TB Paru di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen. Jenis penelitian ini memakai metode penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Total sampling ialaj Teknik pengambilan data yang diterapkan dengan jumlah sampel 99 penderita. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran upaya pencegahan pasien TB Paru mayoritas berusia 46-60 tahun (35,3%), mayoritas laki-laki (62,6%) mayoritas pekerjaan petani (33,3%), perilaku pasien TB Paru mayoritas memiliki pengetahuan baik (57,6%), sikap baik (63,6%) dan tindakan baik (61,6%). Kesimpulan penelitian ini adalah gambaran perilaku pasien TB paru terhadap Pencegahan Penularan TB di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen yaitu kategori baik
Upaya Pemecahan Masalah Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pasien Laki-Laki Usia 64 Tahun di Puskesmas Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara Wahyuni, Hendra; Mustafavi, Farida; Zahrina, Zahrina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 4 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i4.12878

Abstract

Diabetes Melitus merupakan masalah kesehatan global yang insidennya semakin meningkat. Sebanyak 346 juta orang di dunia menderita diabetes, dan diperkirakan mencapai 380 juta jiwa pada tahun 2025. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan intoleransi glukosa yang terjadi karena kelenjar pankreas tidak dapat memproduksi insulin secara adekuat yang atau karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif atau kedua-duanya. Penatalaksanaan Diabetes Melitus terdiri dari 5 pilar yaitu edukasi, diet, latihan fisik, kepatuhan obat, selain itu juga termasuk pencegahan Diabetes Melitus dengan pemantauan kadar gula darah.
Upaya Pengelolaan Tuberkulosis Paru Kasus Baru pada Pasien Usia 67 Tahun dan Overweight dengan Pendekatan Pelayanan Kedokteran Keluarga Nashirah, Arini; Wahyuni, Hendra; Zahara, Cut Ita; Zara, Noviana
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.10022

Abstract

Tingginya prevalensi TB dapat disebabkan oleh kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, higienitas yang buruk, serta kepadatan penghuni rumah. Penyakit TB adalah penyakit infeksi menular yang menyerang organ paru dan organ-organ lainnya. Pasien Tn. I usia 67 tahun merupakan pasien rawat jalan di Poli Umum Puskesmas Nisam. Pasien datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 2 minggu ini dan memberat dalam 2 hari ini. Batuk disertai dahak kental berwarna hijau. Batuk yang dirasakan pasien semakin memberat apabila bekerja di sawah, terkadang terasa sesak jika batuk semakin memberat. Pasien mengeluhkan tubuhnya lemas, tidak nafsu makan dan berat badannya menurun dari 76 kg menjadi 67 kg. Faktor internal pada pasien yaitu jarang membuka jendela rumah pada pagi hari, membuang dahak sembarang, tidak minum obat TB secara tuntas. Faktor eksternal pada pasien yaitu jarak rumah ke puskesmas yang jauh. Upaya penatalaksanaan secara holistik dan komprehensif menggunakan pendekatan kedokteran keluarga berupa edukasi mengenai penyebab, penularan, pengobatan serta pencegahan penyakit. Penyakit TB sulit diberantas bila tidak disertai dengan perubahan pola Hidup Bersih dan Sehat.
Challenges on tuberculosis care in health care facilities during COVID-19 pandemic: Indonesian perspective Winardi, Wira; Wahyuni, Hendra; Hidayat, Moulid; Wirawan, Aditya; Nurwidya, Fariz; Uddin, Mohammad N.; Yusup, Mohamad
Narra J Vol. 2 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v2i2.80

Abstract

Indonesia is among the top three countries globally with the highest tuberculosis  burden. During the past decades, Indonesian health authorities have struggled to improve tuberculosis care quality in health care facilities by optimizing the regulation and strengthening the private sector contributions. The coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic has hardly affected the Indonesian health care system, including the National Tuberculosis Control Program. While the end of the COVID-19 pandemic in Indonesia is uncertain, the measure to control tuberculosis must not be weakened. Early identification and measurement of the problem size are essential to decide the most appropriate approach to maintain the sustainability of National Tuberculosis Control Program, particularly in health care facilities during the COVID-19 pandemic. This article points out the possible threats to the sustainability of TB care in Indonesia during the COVID-19 pandemic, including some approaches to overcome those problems.
Kateter Pleura pada Efusi Pleura Jinak Wahyuni, Hendra
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v19i3.1553

Abstract

Efusi pleura merupakan akumulasi cairan di rongga pleura yang dibedakan menjadi cairan transudat dan eksudat berdasarkan komposisi cairan pleura dan penyakit yang mendasarinya. Dalam keadaan normal, rongga pleura berisi cairan serosa sebanyak sekitar 5-10 ml yang disekresi secara utama dari pleura parietal dan diserap kembali melalui saluran limfatik di pleura parietal. Pada keadaan tertentu, keseimbangan antara sekresi dan absorbsi cairan pleura dapat terganggu sehingga terjadi akumulasi cairan pleura. Tujuan tatalaksana efusi pleura adalah mengurangi gejala dengan mengeluarkan cairan dari rongga pleura melalui tindakan torakosintesis atau pemasangan kateter pleura dan mengobati penyakit dasarnya. Pilihan tatalaksana pada penyakit seringkali bergantung pada jenis cairan pleura dan penyakit yang mendasarinya.
Frekuensi Transfusi Darah Tidak Memiliki Hubungan Signifikan dengan Inkompatibilitas Transfusi Darah pada Pasien Thalassemia Akbar, Teuku Ilhami Surya; Riyanti, Euis Yuli; Khairunnisa, Khairunnisa; Wahyuni, Hendra
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 73 No 4 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.73.4-2023-1069

Abstract

Introduction: Thalassemia is an inherited disease caused by genetic changes that decrease the rate of synthesis of one or more globin chains of hemoglobin (Hb) tetramer. Patients with thalassemia who have changes in Hb may require frequent blood transfusions as a result of these changes in Hb. As a result of an antigen reaction known as incompatibility, frequent blood transfusions might result in the production of antibodies. Incompatibilities with blood transfusions may result in immediate side effects or delayed reactions. The purpose of this study is to ascertain the association between the frequency of blood transfusions and the incompatibility of blood transfusions with regard to thalassemia patients at Cut Meutia General Hospital in North Aceh.Method: This research is a descriptive analytic with a cross-sectional approach, a retrospective study. The sample in this study was the medical records of thalassemia patients in the Pediatric Inpatient Room at North Aceh Cut Meutia General Hospital (RSUCM) for the 2021 period. The sampling technique was carried out by total sampling.Results: Obtained 66 samples, in the age category the majority of thalsemia patients aged 6-11 years with a percentage of 45.5% (30), and male sex with a percentage of 53% (35). The frequency of blood transfusions was obtained by the majority doing ≤12 times per year with a percentage of 86.4% (57) and the results of patient incompatibility were obtained by 27.3% (18) in all respondents who underwent blood transfusions.Conclusion: The results of this study concluded that there was no relationship between the frequency of blood transfusions (p=0.213) and the incompatibility of blood transfusions in thalassemia patients at RSUCM Hospital. Limitation of this study was small sample size.
The Impact of Verbal Violence that the Family Members are Making on Children's Social Emotional Aspects: A Case Study In Early Age 2-4 Years Wahyuni, Hendra
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol. 2 No. 1 (2020): January 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i1.2265

Abstract

The study aims to know the impact of violence verbal carried members of the family of the aspects of social, emotional children aged early 2-4. With the approach to study the case with methods of qualitative found that violent verbal in children aged early majority do mothers with an age, angry exaggeration, understatement, compare and threats. The cause of mother doing verbal among them: a factor of economic, educational, rage against the couple as well as how to view the parents, of the child and factors environment. Impacts on children's emotional, social aspects: a) intensity of violence around, imitated by children and difficult to be dammed by parents, b) always must be number one, c) instructive, d) aggressive and sensitive, e) challenging to succumb to, f) dependence on high mother. When members of the family often yell, children also perform on other people even dare to yell at people of his own as well as the loss of independence and a sense of trust themselves children. So, the level of emotional, social maturity of family members is very influential in the development of emotional, social aspects of children of age religious.
Sirkumsisi Massal Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Anak di desa Keude Krueng Geukuh Fauzan, Ahmad; Chairunnisa; Ikhlas, Muhammad; Fathia, Tasya; Sayuti, Muhammad; Rizka, Adi; Akbar, Teuku Ilhami Surya; Rizal, Muhammad Ifani Syarkawi; Wahyuni, Hendra; Rizaldy, Muhammad Bayu; Iqbal, Teuku Yudhi; Millizia, Anna; Ikhsan, Maulana
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.23657

Abstract

Pendahuluan: Sirkumsisi merupakan tindakan bedah minor yang memiliki implikasi penting dalam pencegahan penyakit infeksi saluran kemih dan peningkatan kesehatan reproduksi anak laki-laki. Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sirkumsisi massal di Desa Keude Krueng Geukuh sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan reproduksi anak di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Metode: Metode dorsumsisi dipilih untuk menjamin keamanan dan meminimalkan risiko komplikasi, dengan pelibatan lintas profesi medis dan partisipasi aktif masyarakat setempat. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa prosedur dapat dilaksanakan secara efektif dengan tingkat komplikasi minimal, disertai penerimaan yang baik dari peserta dan pendamping berkat edukasi yang komprehensif. Kegiatan ini juga berhasil mengintegrasikan aspek medis dan sosial budaya, yang menjadi faktor krusial dalam keberlanjutan intervensi kesehatan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan holistik, kolaboratif, dan berbasis komunitas sangat diperlukan untuk mengoptimalkan hasil intervensi kesehatan anak. Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya replikasi model serupa di wilayah lain guna memperkuat strategi nasional dalam penurunan morbiditas terkait infeksi saluran kemih dan peningkatan kesehatan reproduksi sejak usia dini. Kata kunci: sirkumsisi massal, dorsumsisi, kesehatan reproduksi anak, pencegahan infeksi, intervensi komunitas