Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena bahwa mayoritas mahasiswa mengalami tekanan mental, seperti rasa gugup, kurang percaya diri, kecemasan, serta kelelahan fisik dan psikis, yang berdampak pada menurunnya konsentrasi dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja mental yang dialami mahasiswa Teknik Industri dalam proses penyelesaian skripsi dengan menggunakan metode Rating Scale Mental Effort (RSME). Metode RSME dipilih karena mampu memberikan gambaran subjektif mengenai tingkat usaha mental melalui enam indikator utama, yaitu beban kerja, kesulitan kerja, performansi kerja, usaha mental, kegelisahan kerja, dan kelelahan kerja. Penelitian dilakukan pada 45 responden mahasiswa, dan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori beban kerja mental “cukup besar” hingga “sangat besar”, dengan hanya sebagian kecil yang berada pada kategori rendah. Jika ditinjau dari hasil yang ada, sebagian besar responden masuk dalam kategori cukup besar, contohnya responden 1 dengan skor 54,17; responden 6 dengan skor 72,50; serta responden 30 dengan skor 79,83. Beberapa responden termasuk dalam kategori sangat besar, seperti responden 3 dengan skor 95,00; responden 18 dengan skor 95,00; dan responden 42 dengan skor 120,83. Sementara itu, hanya sedikit responden yang masuk kategori kecil, misalnya responden 4 dengan skor 43,33 dan responden 14 dengan skor 41,83. Temuan ini menegaskan bahwa penyusunan skripsi menuntut konsentrasi tinggi, usaha mental signifikan, serta dapat memicu kelelahan dan tekanan psikologis jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan beban kerja mental, baik melalui dukungan institusi, manajemen waktu, maupun peningkatan kemampuan pengendalian diri mahasiswa, agar proses penyelesaian skripsi dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Copyrights © 2025