Penyelenggaraan jenazah (tajhīz al-mayyit) merupakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) dalam Islam yang memerlukan pemahaman syariat dan keterampilan teknis yang memadai. Namun, di banyak desa termasuk Desa Alebo, kemampuan masyarakat dalam melaksanakan kewajiban ini masih terbatas akibat kurangnya pelatihan, rendahnya regenerasi kader, dan keterbatasan sarana. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Alebo dalam menyelenggaraan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam dan standar kesehatan melalui pelatihan partisipatif yang holistik. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, pelatihan teori dan praktik, pembentukan tim relawan, penyediaan peralatan, penyusunan modul panduan, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman syar’i peserta dari 35% menjadi 92% dan peningkatan keterampilan teknis rata-rata dari 22% menjadi 86%. Terbentuknya Tim Relawan Penyelenggara Jenazah Desa Alebo yang diresmikan dengan SK Kepala Desa serta tersedianya peralatan standar menjadi bukti keberlanjutan program. Disimpulkan bahwa pendekatan pelatihan integratif yang memadai aspek agama, kesehatan, dan kelembagaan berhasil menciptakan kemandirian masyarakat serta memperkuat nilai gotong royong dan regenerasi kader di tingkat desa. Rekomendasi utama mencakup pelatihan berkala, penguatan sarana, pembinaan tim berkelanjutan, dan integrasi program ke dalam kebijakan desa.
Copyrights © 2025