Melasma tidak hanya berdampak pada aspek fisik berupa hiperpigmentasi, tetapi juga menimbulkan gangguan psikososial yang signifikan. Hubungan antara tingkat keparahan klinis melasma dengan derajat gangguan psikososial belum banyak diteliti di populasi Indonesia. Menganalisis hubungan antara tingkat keparahan melasma menggunakan Melasma Area and Severity Index (MASI) dengan derajat status psikososial menggunakan Melasma Quality of Life (MELASQOL). Studi cross-sectional dilakukan pada 15 pasien wanita dengan melasma di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Tingkat keparahan dinilai menggunakan skor MASI, sedangkan status psikososial dinilai menggunakan kuesioner skor MELASQOL. Analisis korelasi Pearson dan regresi linear sederhana digunakan untuk mengevaluasi hubungan antar variabel. Rerata skor MASI adalah 5,95±1,15 dengan 53,3% pasien memiliki tingkat keparahan sedang dan 46,7% dengan tingkat derajat berat. Rerata skor MELASQOL adalah 40,33±6,22 dengan distribusi yang sama. Terdapat korelasi positif sangat kuat antara skor MASI dan MELASQOL (r=0,988; p<0,001; R²=0,977). Persamaan regresi menunjukkan MELASQOL = 8,62 + 5,33 × MASI. Terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara tingkat keparahan melasma dengan derajat gangguan psikososial.
Copyrights © 2025