Penelitian ini membahas tentang implementasi konsep Tauhid menurut Ibnu Taimiyah dengan menggunakan pendekatan Hermeneutika. Ibnu Taimiyah dikenal sebagai salah satu ulama yang menolak adanya kontekstualisasi dan penggunaan akal dalam penafsiran al-Qur’an, khususnya yang berkaitan akidah maupun yang lainnya. Namun, dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an Ibnu Taimiyah menggunakan pendekatan Hermeneutika sosio-historis yang mempertimbangkan kondisi sosial, politik, dan keagamaan pada masanya. Latar belakang pengambilan judul pada tesis ini adalah dari fenomena pengagungan secara berlebihan terhadap para wali yang telah wafat, sehingga menimbulkan penyimpangan akidah berupa permohonan do’a melalui perantara seperti kuburan, patung-patung dan lain sebaginya. Penelitian ini menggunakan sumber data primer berupa karya Ibnu Taimiyah seperti Majmu Fatawa, Syarah Aqidah Wasatiyyah, Tafsir al-Kabir, dan Syarah Ushul Tsalatsah, serta sumber data sekunder dari beberapa literatur tafsir, Teologi, Hermeneutika, dan kajian kontemporer terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang mufassir meskipun menolak secara eksplisit penggunaan kontekstualisasi tidak dapat sepenuhnya melepaskan diri dari pendekatan Hermeneutis dalam memahami teks al-Qur’an, begitupun dengan Ibnu Taimiyah khususnya dalam penafsiran tentang Tauhid.
Copyrights © 2025