Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah cara belajar dan berkomunikasi generasi muda, termasuk siswa SMA yang merupakan bagian dari generasi digital. Meskipun mereka akrab dengan gadget dan media digital, keterampilan literasi digital yang meliputi kemampuan berpikir kritis, etika berinternet, dan kreativitas dalam produksi konten masih tergolong rendah. Kondisi tersebut menyebabkan media digital lebih banyak digunakan sebagai sarana hiburan daripada pengembangan kompetensi bahasa dan ekspresi kreatif. Menyadari hal tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan untuk meningkatkan literasi digital siswa melalui integrasi pembelajaran bahasa Inggris yang komunikatif dan berorientasi pada kreativitas. Pengabdian ini menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD), yang menekankan pada pengembangan potensi yang telah dimiliki komunitas sekolah. Tahapan pelaksanaan meliputi: Discovery, Dream, Design, Define, dan Destin. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa penggunaan aset komunitas secara maksimal dapat mendorong peningkatan literasi digital, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, kreativitas, serta rasa percaya diri siswa. Partisipasi aktif guru dan siswa dalam seluruh tahapan menunjukkan bahwa pembelajaran yang dibangun dari kekuatan komunitas mampu menghasilkan lingkungan belajar yang kolaboratif, kontekstual, dan berkesinambungan
Copyrights © 2026