Remaja di tingkat sekolah menengah atas perlu memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkannya dimasa depan, selain kompetensi dari mata pelajaran yang sudah dipelajarinya. Salah satunya adalah penggunaan material ramah lingkungan yang dapat digunakan dalam proses kreatif membuat karya seni lukis yang dapat dimanfaatkan ke dalam industri kreatif. Material tersebut adalah limbah dari biji asam jawa yang diambil pada bagian bubuknya. Permasalahannya belum banyak remaja yang mengetahui proses pembuatan lukis tamarind. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan material ramah lingkungan dan memberikan pelatihan melukis pada media kain dengan material lilin dingin. Material ini ramah lingkungan dan aman digunakan. Peserta dalam PkM ini adalah siswa dan guru di SMAN. 7 secara khusus. Metode pelatihan yang digunakan yaitu metode ABCD (Asset Based Community Development), yang fokus pada pengembangan asset sumber daya manusianya, yaitu siswa SMA. Metode dalam pengabdian ini akan memberikan motivasi para siswa dan guru agar berkreasi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat yang dapat memperluas kemampuan teknis, dan diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kreatif dan wirausaha. Disamping itu hasil karya yang dihasilkan menambah estetika lingkungan sekolah dengan nuansa lukis batik Indonesia. PkM lukis batik tamarind ini dapat meningkatkan kompetensi hard skill siswa dan mengintegrasikan karya mereka dalam industri kreatif, khususnya sebagai elemen estetika penunjang interior.
Copyrights © 2025