Pokok permasalahan dalam kegiatan pengabdian ini adalah bagaimana meningkatkan produktivitas sumber daya manusia, khususnya warga binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Karangasem. Warga binaan membutuhkan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian mereka setelah menyelesaikan masa binaan. Upaya nyata peningkatan kapasitas dilakukan melalui promosi kesehatan yang berfokus pada literasi pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan mandiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan serta pelatihan pembuatan buku saku cerdas yang berisi informasi tentang tanaman obat, sehingga dapat menjadi panduan praktis bagi warga binaan. Solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan berupa edukasi mengenai jenis tanaman obat, manfaatnya, serta cara pemanfaatannya, disertai pelatihan pembuatan buku saku. Hal ini diyakini lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus produktivitas warga binaan, terutama dalam bidang kesehatan mandiri berbasis tanaman obat. Metode pengabdian dilaksanakan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pelatihan praktik. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga binaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi kesehatan, baik dalam aspek pengetahuan tentang jenis tanaman obat, manfaat, maupun cara pengolahannya. Selain itu, warga binaan memperoleh keterampilan praktis melalui kegiatan mengenali, memilih, dan mengolah tanaman obat secara langsung. Program ini juga menghasilkan promosi kesehatan berbasis komunitas yang dapat disebarkan kembali oleh warga binaan di lingkungan masing-masing. Kesimpulannya, pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas warga binaan melalui literasi cerdas pemanfaatan tanaman obat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh menjadi bekal penting pasca binaan untuk mendukung kemandirian serta produktivitas mereka di masyarakat.
Copyrights © 2025