Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis proses pengembangan sport tourism berbasis masyarakat di kawasan Danau Tirta Gangga, Kabupaten Lampung Tengah, serta memahami dinamika sosial dan budaya yang melatarbelakangi partisipasi komunitas lokal dalam kegiatan wisata olahraga. Isu utama yang dikaji adalah rendahnya kapasitas pengelolaan event sport tourism dan keterbatasan strategi promosi berbasis masyarakat. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, karena memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap pengalaman dan makna partisipasi masyarakat dalam konteks lokal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan, melibatkan 15 informan kunci yang terdiri dari pengelola wisata, aparat pemerintah, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan mahasiswa pendamping. Hasil analisis data dengan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa menghasilkan tiga tema utama, yaitu: (1) meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap potensi sport tourism, (2) penguatan kapasitas melalui pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor, serta (3) munculnya dampak sosial-ekonomi positif seperti peningkatan kunjungan wisatawan dan terbentuknya komunitas pengelola sport tourism lokal. Temuan ini memperkuat teori Community-Based Tourism (CBT) dan Social Exchange Theory, dengan menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci keberlanjutan destinasi wisata berbasis olahraga. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model sport tourism berbasis komunitas di daerah pedesaan Indonesia. Secara praktis, hasilnya memberikan dasar bagi kebijakan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan pendekatan partisipatif dan digitalisasi promosi wisata dalam pengembangan sport tourism berkelanjutan.
Copyrights © 2025