Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman yang sangat besar, baik agama, etnis, bahasa maupun budaya. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, keberagaman tersebut menjadi tantangan bagi bangsa. Salah satu tantangan utamanya adalah menjaga keharmonisan sosial masyarakat dan membangun toleransi antar umat beragama. Indonesia dengan berbagai pemahaman agama tersebut, cenderung menimbulkan gesekan antar kelompok, jika kelompok tersebut masih menganggap kebenaran hanya pada kelompok mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran pondok pesantren Krapyak dalam mencegah paham radikalisme dan membentuk sikap moderat atau toleran para santrinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan Kiai dan pengurus pondok pesantren Krapyak. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa dalam mencegah radikalisme dan membentuk perilaku moderat pondok pesantren Krapyak melakukannya dengan beberapa cara yaitu: 1) melalui Penanaman Akhlaq dengan pembelajaran kitab-kitab klasik (kitab kuning), 2) halaqah atau diskusi suatu permasalahan antar santri, 3) hafalan dalam bentuk sorogan dan bandongan, 4) pembiasaan kegiatan santri setiap hari. Pola pembiasaan ini relevan untuk membentuk sikap moderat atau toleransi.
Copyrights © 2025