Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Difitisme Arab: Awal Mula Kemunduran Arab Dan Dampaknya Terhadap Geobudaya Dan Geopolitik Dunia Arab Us’an; Yoyo; Mastur; Suroto; Unaimah Sanaya
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ezr3yg28

Abstract

What is really happening in the Arab world, despite the fact that this nation has achieved its glory for seven centuries? The problems facing the Arab nation are diverse, ranging from economic inequality to a crisis of cultural identity. Sykes-Picot In 1916, the Arab states, prone to internal conflict, were born. This agreement aimed to regulate their respective zones of influence in the Middle East and divide the Ottoman Empire. Britain also officially declared its support for the establishment of the State of Israel in the Palestinian territories. The birth of the State of Israel in 1948 marked a new chapter in the world political map, particularly in the Middle East. Therefore, deficientism led to the marginalization of the Islamic-Arab intellectual and cultural heritage. This research uses a literature review by taking several references from several journals, books, and various literature that support this research topic. The collected data was then interpreted to arrive at the research objectives. Based on the research results, it was found that deficientism had a direct impact on changes in the geopolitical constellation in the Arab region. In the geopolitical context, Arab countries were no longer active subjects in the international arena, but instead became objects of global interest. Furthermore, deficientism also impacted geoculture, where cultural values ​​experienced erosion due to the penetration of foreign cultures, global economic domination, and an identity crisis.
Internalisasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Neurosains Us’an; Muzayyim Luthfie; Suroto
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0yt4xn86

Abstract

This study aims to gain a deeper understanding of the internalization of the Islamic religious education curriculum in shaping student character in schools. The background to this research stems from the finding that negative behaviors such as brawls, drug cases, bullying, children in trouble with the law, and other criminal acts are still common, even among students who are still in school. This study used library research methods (library research) namely collecting various literature related to curriculum, character education, and neuroscience such as books, journals and discussions relevant to the topic of discussion. Data analysis was conducted using the content analysis method, namely identifying, classifying, and interpreting the free nutritious meals that influence student intelligence. The results of the study indicate that quality education is education that is able to shape the character of its students. This can be done by internalizing the Islamic religious curriculum with neuroscience-based education. The reason is that changing character begins with changing the student's brain. This study recommends to policymakers that character education must be a top priority, and the need for synergy between schools, the government, and parents to ensure the success of this character education.
Telaah Kepemimpinan Kiai dalam Mencegah Radikalisme: Studi di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Us’an; Suroto; Anton Bawono; Sriyono; Navi Agustina
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i4.2591

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman yang sangat besar, baik agama, etnis, bahasa maupun budaya. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, keberagaman tersebut menjadi tantangan bagi bangsa. Salah satu tantangan utamanya adalah menjaga keharmonisan sosial masyarakat dan membangun toleransi antar umat beragama. Indonesia dengan berbagai pemahaman agama tersebut, cenderung menimbulkan gesekan antar kelompok, jika kelompok tersebut masih menganggap kebenaran hanya pada kelompok mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran pondok pesantren Krapyak dalam mencegah paham radikalisme dan membentuk sikap moderat atau toleran para santrinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan Kiai dan pengurus pondok pesantren Krapyak. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa dalam mencegah radikalisme dan membentuk perilaku moderat pondok pesantren Krapyak melakukannya dengan beberapa cara yaitu: 1) melalui Penanaman Akhlaq dengan pembelajaran kitab-kitab klasik (kitab kuning), 2) halaqah atau diskusi suatu permasalahan antar santri, 3) hafalan dalam bentuk sorogan dan bandongan, 4) pembiasaan kegiatan santri setiap hari. Pola pembiasaan ini relevan untuk membentuk sikap moderat atau toleransi.
Memahami Keragaman Gaya Belajar Siswa dalam Proses Pembelajaran: Tinjauan Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Pola Asuh Keluarga Us’an; Veronika Lefteuw; Suroto Suroto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence learning by emphasizing the importance of understanding the diversity of student learning styles influenced by social, economic, and cultural backgrounds, as well as family parenting styles. In this study, the author used a library research approach, namely by collecting several references such as journals, books, and literature that support the research topic, as well as other relevant literature. Meanwhile, data analysis was conducted using a hermeneutic approach to interpret and understand learning concepts and their implications in depth. Based on the research results, it can be found that learning is an instructional system whose success is influenced by internal and external factors of students, including environmental conditions, learning instruments, and socio-cultural and economic characteristics of the family. The diversity of student learning styles cannot be separated from parental parenting styles, educational level, economic conditions, and cultural backgrounds that shape students' attitudes, motivations, and learning behavior. Therefore, the learning process needs to be designed inclusively and contextually, taking into account student diversity to make learning more effective and high-quality. Keywords: Learning, Student Learning Styles, Socioeconomics, Culture, Parenting Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pembelajaran dengan menekankan pentingnya pemahaman terhadap keragaman gaya belajar siswa yang dipengaruhi oleh latar belakang sosial, ekonomi, budaya, dan pola asuh keluarga. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kepustakaan (library research) yaitu dengan mengambil beberapa referensi seperti jurnal, buku, dan literatur yang mendukung topik penelitian, serta literatur relevan lainnya. Semnetara analisis data dilakukan melalui pendekatan hermeneutika untuk menafsirkan dan memahami konsep-konsep pembelajaran serta implikasinya secara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan bahwa pembelajaran merupakan sistem instruksional yang keberhasilnya dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal peserta didik, termasuk kondisi lingkungan, instrumental pembelajaran, serta karakteristik sosial-budaya dan ekonomi keluarga. Keragaman gaya belajar siswa tidak dapat dipisahkan dari pola asuh orang tua, tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, dan latar belakang budaya yang membentuk sikap, motivasi, serta perilaku belajar siswa. Oleh karena itu, proses pembelajaran perlu dirancang secara inklusif dan kontekstual dengan memperhatikan keragaman peserta didik agar pembelajaran lebih efektivitas dan bermutu Kata Kunci: Pembelajaran, Gaya Belajar Siswa, Sosial Ekonomi, Budaya, Pola Asuh
Penyimpangan Kaum Nabi Luth dalam Konteks Sosial Masyarakat dan Mekanisme Kontrol Diri Perspektif Neuropsikologi Melalui Bimbingan Islami Us’an; Sriyono; Miftah Khilmi Hidayatulloh; Waharjani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3604

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penyimpangan seksual dari sudut pandang Al-Qur’an melalui kisah Nabi Luth serta mengkaji mekanisme kontrol diri berdasarkan neuropsikologi. Kajian ini dilakukan dengan menggabungkan ayat Al-Qur’an, kisah kaum Nabi Luth serta fungsi otak yang berkaitan dengan pengendalian diri. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) yaitu mengumpulkan berbagai literatur yang memiliki korelasi dengan pengendalian perilaku seperti buku, jurnal, atau pembahasan yang relevan dengan tema pokok bahasan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi yaitu mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan tentang pengendalian diri perspektif neuropsikologi. Penelitian ini penting  karena menggali upaya dalam mencegah berbagai tindakan penyimpangan seperti homoseksual dengan pendekatan neuropsikologi. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penyimpangan seksual sebab cortex prefrontal menahan impuls yang muncul dari sistem limbik, ketika impuls tersebut mendominasi, perilaku menyimpang seperti homoseksual lebih mungkin terjadi. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan pengaruh bagi keluarga maupun lembaga sekolah dalam pembinaan moral dan penguatan kontrol diri.