Akbar Jaya Farm di Kabupaten Kudus memiliki potensi produksi susu kambing yang stabil namun menghadapi hambatan serius dalam aspek manajemen pemasaran. Tantangan utama meliputi jangkauan pasar yang terbatas, stigma negatif konsumen terhadap aroma produk (goaty flavor), serta rendahnya nilai tambah akibat minimnya diversifikasi produk turunan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tiga tahapan sistematis: wawancara mendalam untuk pemetaan masalah, ceramah edukatif mengenai manajemen pemasaran modern, dan sharing session interaktif untuk formulasi strategi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui strategi re-positioning produk sebagai "Minuman Kesehatan Fungsional", mitra mampu meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen urban. Diversifikasi produk menjadi yogurt dan sabun susu kambing berhasil dirumuskan sebagai solusi untuk memperpanjang masa simpan dan meningkatkan margin keuntungan. Selain itu, pendampingan digitalisasi pemasaran melalui media sosial telah meningkatkan literasi digital mitra dalam membangun kepercayaan konsumen.
Copyrights © 2025