Penurunan skor Global Peace Index menegaskan urgensi pendidikan kewarganegaraan global untuk mendorong sikap toleransi dan cinta damai. Program pengabdian ini dirancang untuk menginternalisasikan Global Citizenship Education di SMK Assalam Bantur, Kabupaten Malang, guna memperkuat karakter siswa yang inklusif, toleran, dan berorientasi pada perdamaian. Intervensi dilakukan melalui pembelajaran yang mengombinasikan sosialisasi dan workshop, pemutaran film dokumenter bertema kerukunan dan toleransi serta diikuti diskusi reflektif. Peserta berjumlah 30 siswa. Evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta umpan balik terstruktur dari siswa. Kegiatan ini memperkaya praktik pendidikan perdamaian di lingkungan sekolah berbasis pesantren dengan memadukan pendekatan kognitif, afektif, dan ekspresif yang relevan dengan konteks lokal. Luaran yang ditargetkan meliputi peningkatan pengetahuan dan sikap toleran siswa, materi ajar, dokumentasi kegiatan, serta diseminasi ke media online dan artikel jurnal pengabdian. Program ini sejalan dengan prioritas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya dalam penguatan inovasi kelembagaan dan kebijakan. Kegiatan ini juga mendukung SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, sekaligus memperkaya praktik pendidikan perdamaian di sekolah mitra.
Copyrights © 2025